Mau Investasi di Bitcoin dan Ethereum? Simak Level Harga Berikut Ini Lebih Dulu
Harga Bitcoin telah menjalani periode stagnasi dalam sebulan terakhir setelah halving. Tahun 2024 umumnya diharapkan menjadi tahun yang sangat bullish bagi pasar. Namun, saat ini pasar kripto menghadapi kasus koreksi yang kuat.
Bitcoin Halving dimaksudkan untuk melawan dampak inflasi pada Bitcoin dengan menurunkan jumlah imbalan dan mempertahankan kelangkaan. Halving sudah terjadi 20 April 2024 lalu.
Mengutip Reku, Selasa (14/5/2024) dengan dominasi Bitcoin yang masih cukup tinggi, saat ini berada di level 55,21%, pergerakan sideways ini memiliki dampak besar pada pasar kripto secara keseluruhan.
Bahkan, pada tanggal 10 Mei, raksasa sektor perbankan AS, JPMorgan dan Wells Fargo, membuat headline dengan pengungkapan kepemilikan spot Bitcoin ETF mereka.
Namun, pengungkapan ini nyaris tidak berdampak pada dinamika pasar secara keseluruhan. Bitcoin, misalnya, tampak terjebak dalam siklus koreksi yang berlarut-larut, yang cukup menguji kesabaran investor.
Baca Juga
Bitcoin dan Ethereum Rebound, Solana XRP dan Dogecoin Masih Lesu di Awal Pekan
Bagi para investor, saat ini Bitcoin sedang menguji kembali level support di US$ 60.000. Jika level ini berhasil ditembus, level support berikutnya untuk BTC saat ini berada di sekitar US$ 56.000. Yang apabila tercapai, memiliki potensi untuk mendorong nilai Bitcoin ke puncak baru, dengan kemungkinan mencapai sekitar US$ 78.000 dalam lonjakan bullish yang akan datang.
Berdasarkan coinmarketcap, Selasa (14/5/2024) pukul 06.50 WIB, harga BTC terpantau terus menguat dari awal pekan hingga ke posisi US$ 62.872 atau naik 2,31% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan serupa juga dialami Ethereum (ETH) yang naik 0,6% dalam 24 jam terakhir ke US$ 2.947.
Adapun harga ETH telah bergerak sideways dalam sebulan terakhir, dengan hari ini mengalami sedikit penurunan sebesar 1,5%. Pergerakan ini terkait dengan antisipasi terhadap arah keputusan SEC mengenai Spot ETF Ethereum yang belum pasti, yang dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 23 Mei 2024.
Sejumlah analis memperkirakan bahwa kemungkinan besar SEC akan menolak Spot ETF Ethereum, yang telah menimbulkan sentimen negatif terhadap Ethereum minggu ini.
Baca Juga
Akhir Pekan Bitcoin Anjlok ke US$ 60.000, Ethereum dan Altcoin Lainnya Ikut Turun
Sementara itu, Grayscale Investments, raksasa investasi kripto, secara mengejutkan menarik aplikasi Ethereum futures ETF-nya minggu ini, yang juga berdampak negatif terhadap Ethereum.
Namun demikian, ada sebagian kecil analis yang tetap optimis, memprediksi bahwa masih ada kesempatan untuk persetujuan Spot ETF Ethereum bulan ini, dan harapan akan keputusan positif ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk memulai reli Ethereum.
Bagi para investor, keputusan SEC akan menjadi titik krusial bagi altcoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini. Keputusan untuk menunda bisa meningkatkan sentimen negatif terhadap Ethereum, yang dapat menurunkan harga ETH ke level di bawah US$ 2.700 sebelum berbalik dan mengalami reli hingga mencapai US$ 3.800.

