Klaim Kesehatan Diperkirakan Berpotensi Naik, Ketua AAJI Ungkap Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon memperkirakan klaim kesehatan berpotensi naik tahun ini.
“Cenderung akan naik (klaim kesehatan),” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust.id, di Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Baca Juga
AAJI Sebut 10 Perusahaan Asuransi Jiwa Belum Penuhi Modal Minimum Rp 250 Miliar
Salah satu penyebab kenaikan, lanjut Budi, ialah karena meningkatnya inflasi medis atau biaya kesehatan. Hal tersebut, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di seluruh dunia. Bahkan, di negara-negara maju sekalipun biaya kesehatannya rata-rata memang lebih tinggi ketimbang inflasi ekonominya secara nasional.
“Sekarang untungnya ini bukan inflasi nasional, tapi ini inflasi kesehatan. So what does it mean? Mungkin harga beras tidak akan naik tinggi, tapi mungkin yang bisa naik tinggi adalah biaya perawatan kesehatan,” katanya.
Baca Juga
Intip Target Harga Saham Terbaru Harita Nickel (NCKL), Potensi Cuannya Gurih!
Ia mencontohkan, jika besaran premi dengan inflasi kesehatan naiknya sama itu tidak masalah. Namun, kalau kenaikan biaya kesehatan lebih tinggi dibandingkan premi, itu artinya ada masalah.
“Kalau untuk setahun dua tahun, it’s okay. Tapi kalau terjadi selama banyak tahun, ini sungguh menjadi masalah yang patut dicermati semua pihak,” pungkas Budi.

