Pendanaan Startup Global Turun 58,1%, East Ventures Tetap Prioritaskan Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Volume pendanaan untuk pengembangan startup cenderung lesu setelah mencapai puncaknya pada tahun 2021. Sampai dengan 4 September 2023, total pendanaan ekuitas turun 58,1% menjadi 427 pendanaan dibanding akhir 2022 sebanyak 1.019 pendanaan.
Salah satu pemicu menurunnya pendanaan ini karena guncangan ekonomi global dan kondisi geopolitik. Selain itu, tingkat suku bunga yang relatif tinggi dalam 15 tahun terakhir ikut jadi pemicu. Akibatnya, terjadi penurunan valuasi startup yang sesungguhnya potensial sebagai investasi alternatif.
Mengutip data Data TechInAsia, Managing Partner East Ventures, Roderick Purwana mengatakan, total pendanaan startup bahkan berpotensi turun 65,75% menjadi US$6,2 tahun ini. Melihat kondisi demikian, Roderick Purwana, mengimbau negara-negara ASEAN yang segera memasuki suksesi kepemimpinan untuk peduli pada potensi startup digital di kawasan ini.
Baca Juga
Venture Capital dan Startup Teknologi Bakal Ramaikan HUB.ID Summit X Nexticorn 2023
"Kami percaya bahwa mereka akan membangun fondasi kokoh yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya dan mempersiapkan bangsa ini menuju pertumbuhan dan kemakmuran yang berkelanjutan," ujar Roderick Purwana.
Sebagai kawasan dengan ekonomi kelima terbesar dunia, ASEAN menunjukkan ketangguhan dari beberapa indikator. PDB gabungan mencapai US$4 triliun, populasi 650 juta jiwa, lebih dari 70 juta UMKM. Potensi pengembangan ekonomi kawasan ini mencapai US$200 miliar.
Pada tahun 2024, ekonomi ASEAN diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5% yang lebih tinggi daripada ekonomi global. Inflasi di kawasan ini juga terkendali. Negara-negara ASEAN dapat mempertahankan tingkat suku bunga dan depresiasi mata uang mereka.
Pada sisi lain, Indonesia memiliki posisi kuat sebagai pemimpin pertumbuhan. Ditopang penduduk usia produktif yang besar, ekonomi digital Indonesia diperkirakan bisa berkembang menjadi US$ 290 miliar dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
Seperti Kopi Kenangan, Duet B Capital - SAP Pacu Inovasi Startup Asia Pasifik
Dana moneter internasional (IM) menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan PDB riil tertinggi di dunia. PDB per kapita Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar US$3.000 di tahun 2010 menjadi US$ 5.000 akhir 2023. Bahkan berpotensi meningkat menuju US$10.000 pada akhir dekade ini.
Melihat potensi demikian,East Ventures tetap optimis untuk berinvestasi di kawasan ini, terutama di Indonesia. Pada semester pertama 2023, East Ventures telah menyalurkan dana sebesar US$56,6 juta ke startup tahap awal (seed) dan lanjutan (growth).
Investasi tersebut mengalir ke startup di berbagai sektor. Termasuk sektor manufaktur, fintech, keamanan siber, kesehatan, edutech, logistik, F&B, teknologi iklim, dan masih banyak lagi.
Co-Founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca mengatakan, menjaga ritme (cadence) menjadi unsur penting investasia. Seperti halnya pemain badminton yang harus terus bermain, investor juga harus terus berinvestasi agar dapat merasakan ritme pasar dan mengambil keputusan yang tepat.
Baca Juga
Willson mengklaim, pihaknya sejauh ini tidak pernah berhenti berinvestasi terlepas dari tantangan yang dihadapi. Untuk East Ventures membidik founder bagus dan potensial.
“Kami telah menyaksikan peningkatan kualitas para founder dari waktu ke waktu. Mereka dapat membangun bisnis yang sukses lebih cepat dari sebelumnya. Waktu untuk meningkatkan skala bisnis digital di Asia Tenggara telah dikompresi dan dipercepat," ujar Willson.
Baca Juga

