CEO Citi Indonesia Bongkar Kondisi Lini Bisnis Consumer Banking Sebelum Dijual ke UOB
JAKARTA, investortrust.id - CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan bahwa lini bisnis consumer banking, seperti perbankan ritel, kartu kredit, dan pinjaman tanpa agunan menorehkan pertumbuhan baik hingga November 2023, tepat sebelum akhirnya dijual dan bermigrasi ke Bank UOB Indonesia.
"Dari sisi ritel banking, jumlah akusisi nasabah baru, kartu kredit melalui saluran digital meningkat sebesar 92% di bulan Agustus," ucap Batara saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Selain itu, Batara pun menyebutkan bahwa di tengah proses divestasi Citi ritel banking dan consumer banking, pihaknya sempat bekerja sama dengan AIA dengan meluncurkan produk AIA My Legacy, dan kemudian akan dijalankan bersama UOB.
Baca Juga
Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp2,5 Triliun Sepanjang 2023, Naik 82%
"Kemudian periode yang sama, penjualan melalui digital channel didominasi melalui fitur pembayaran cicilan meningkat 21%. Bank juga berhasil menjaga pertumbuhan nasabah baru di segmen Citi Gold sebesar 5%," terangnya.
Tak sampai di situ, Batara pun menjelaskan bahwa bisnis wealth management Citi Indonesia sebelum dijual ke OUB Indonesia juga mengalami pertumbuhan dengan jumlah total dana kelolaan lebih dari US$ 1,7 miliar atau meningkat 5% secara year on year (yoy).
"Lini bisnis kartu kredit sebelum dijual telah menjangkau lebih dari 1 juta kartu dengan penjualan ritel tahunan lebih dari US$ 1,3 miliar, dan pada September tumbuh signifikan 17%, juga pengguna daripada aplikasi kami Citimobile lebih dari 70% nasabah aktif sampai akhir 2023," papar Batara.
Sebelumnya disampaikan, Citibank Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun atau meningkat 82% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan ini didukung meningkatnya pendapatan bunga bersih di lini bisnis Institutional Banking dan pendapatan non-operasional lainnya.

