Agar Tetap Sustain, IFG Life Fokus pada 3 Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) akan fokus pada tiga hal di tahun ini.untuk mendorong bisnis perusahaan agar tetap sustain.
“Ke depan bagaimana IFG Life bisa sustainable. Fokus kita ke pengembangan bisnis, kita kan perusahaan asuransi jiwa BUMN jadi kita punya captive market yaitu BUMN itu sendiri,” ujar Corporate Secretary PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), Gatot Haryadi, di Jakarta, Kamis (28/3/2024).
Fokus pertama, lanjut Gatot, IFG Life akan lebih banyak menggarap market BUMN. Beberapa jenis produk telah dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya di segmen korporasi seperti produk Employee Benefit dan asuransi kesehatan.
Baca Juga
Praktisi Sebut Akuisisi Mandiri Inhealth Akan Jadikan IFG Life Pemimpin di Lini Kesehatan
Produk Employee Benefit sendiri memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi tertanggung terhadap risiko meninggal dunia dan cacat tetap total sebelum mencapai usia tertentu, sekaligus memberikan manfaat tabungan hari tua. Produk ini dikaitkan dengan investasi.
“Yang kedua adalah dari sisi bancassurance. Kita sudah bekerja sama dengan BTN jadi kita prefered partnership, artinya berharap market penetration kita di BTN cukup besar. Dan itu sudah mulai berjalan,” kata Gatot.
Terakhir, IFG Life akan fokus pada pertumbuhan bisnis anorganik. Salah satunya melalui upaya akuisisi Mandiri Inhealth. Saat ini progres tersebut masih menunggu persetujuan dari regulator dan kementerian terkait.
Baca Juga
“Akuisisi saat ini sedang dalam proses persetujuan dari regulator, baik dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) maupun dari Kementerian BUMN (badan usaha milik negara),” jelas dia.
Gatot berharap, proses persetujuan dari OJK tidak akan memakan waktu lama. Ia menargetkan, akuisisi ini dapat rampung paling lambat di kuartal kedua tahun ini.
“Itu yang kita fokuskan ke depan sehingga posisi kita akan jadi cukup kuat dari sisi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan,” terang Gatot.

