Perkuat Akses Pembiayaan UMKM, BSI (BRIS) Salurkan Pembiayaan Inklusif Rp 114,17 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan bagi segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BSI dalam kegiatan Gebyar Pembiayaan bertajuk ‘Bersatu Mendorong Akses Keuangan UMKM’ yang digelar Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (21/8).
Direktur Human Capital & Compliance BSI Arief Adhi Sanjaya mengungkapkan, dukungan BSI terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tapi juga dengan membangun ekosistem pendampingan yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnisnya.
“Sektor UMKM mempekerjakan 114,7 juta orang dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Republik Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar, BSI hadir memberikan solusi finansial, sosial, dan spiritual untuk mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, bankable, hingga mampu menembus pasar global," ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (24/8/2026).
Baca Juga
Nasabah Tembus 24,3 Juta, BSI (BRIS) Terus Dorong Penetrasi Keuangan Syariah
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Arief, BSI turut ambil bagian dalam seremoni penandatanganan kesepakatan pembiayaan dengan sejumlah pelaku UMKM yang disaksikan oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Dukungan terhadap UMKM juga tercermin dari realisasi pembiayaan BSI. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif BSI mencapai Rp 114,17 triliun. Lalu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI tercatat 33,65%, lebih tinggi dibanding batas minimum 30% yang ditetapkan Bank Indonesia.
Arief mengatakan, selain memperluas pembiayaan inklusif, BSI juga meningkatkan kontribusinya terhadap pembiayaan berkelanjutan. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank berkode saham BRIS ini telah mencapai Rp 75 triliun.
Portofolio tersebut terdiri atas pembiayaan sosial Rp 59 triliun dan pembiayaan hijau Rp 16 triliun. Dari pembiayaan sosial tersebut, sekitar 90% disalurkan kepada UMKM, sementara pembiayaan hijau BSI didominasi pembiayaan untuk produk eco-efficient dengan porsi 65,2%.
Baca Juga
BSI (BRIS) Bangun Ekosistem Simpanan Emas, Dorong Skema Penjaminan
Bangun Ekosistem UMKM
Untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, BSI mengembangkan berbagai program pendampingan melalui BSI UMKM Center. Fasilitas tersebut saat ini telah tersedia di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, serta akan diperluas ke Bandung.
Secara keseluruhan, BSI telah memiliki 6.037 UMKM binaan. Perseroan juga memanfaatkan kanal digital seperti Portal Go UMKM dan Salam Digital untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan mikro dan kecil.
Pendekatan berbasis wilayah juga dilakukan melalui Lapak BSI yang hadir di pasar tradisional maupun modern. Selain itu, BSI mengembangkan 23 Desa Binaan Bangun Sejahtera Indonesia, termasuk Kampung Nelayan BSI Warloka yang difokuskan pada pengembangan klaster usaha perikanan.
“Melalui sinergi bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan di KKI 2026 ini, BSI berharap dapat terus menjadi akselerator utama yang memperkuat daya saing UMKM lokal, mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan membawa produk-produk kebanggan Indonesia bersaing di kancah internasional,” kata Arief.

