BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan, Hery Gunardi: BRImo Menjadi Jembatan Finansial Diaspora dengan Indonesia
Poin Penting
|
NEW TAIPEI CITY, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat pijakannya di Taiwan. Di tengah besarnya komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Taiwan, BRI resmi meluncurkan BRImo Taiwan, layanan mobile banking yang memungkinkan nasabah bertransaksi dan mengirimkan uang ke Indonesia selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Peluncuran BRImo Taiwan berlangsung meriah di New Taipei City Hall, Minggu (23/08/2026), dalam rangkaian Festival Budaya Indonesia. Acara dibuka oleh Direktur Utama PT BRI Tbk sekaligus Group CEO BRI Hery Gunardi dan dihadiri Representative of Indonesian Economic and Trade Office (IETO) Taipei Arif Sulistyo, Wali Kota New Taipei City Hou Yu-ih, serta Senior Executive Officer of Labor Bureau of New Taipei City Lai Yan Heng.
Dari jajaran BRI, hadir pula jajaran BRI, antara lain Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin, Direktur Manajemen Risiko Ety Yuniarti, Direktur Information Technology Saladin Dharma Nugraha Effendi, Komisaris Independen Edi Susianto, serta jajaran BRI Taipei Branch.
Peluncuran BRImo menjadi pesta tersendiri bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Ribuan warga tetap antusias mengikuti acara meski hujan turun. Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi dangdut Wika Salim dan grup musik Sheila On 7, yang membawakan hiburan bagi diaspora dan pekerja Indonesia yang datang dari berbagai wilayah Taiwan.
Baca Juga
BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan, Perluas Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
“Hujan bukan halangan buat kita semua,” kata Hery di hadapan masyarakat Indonesia yang memadati acara. Ribuan PMI mengikuti acara dengan penuh semangat dan menikmati hiburan gegap gempita.
Bukan Sekadar Kantor Cabang
Hery menegaskan, ekspansi BRI di Taiwan tidak berhenti pada keberadaan kantor fisik. Digitalisasi menjadi kunci karena masyarakat Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di Taipei dan New Taipei City, tetapi tersebar hingga Taiwan bagian tengah dan selatan. BRImo Taiwan memungkinkan layanan BRI menjangkau mereka tanpa dibatasi jarak dan jam operasional kantor.
“Kehadiran BRI di Taiwan bukan semata tentang membuka kantor atau menghadirkan layanan digital. Ini adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan. Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan di Indonesia,” ujar Hery.
Melalui BRImo Taiwan, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi, terutama transaksi sehari-hari dan pengiriman dana ke Indonesia. Layanan tersebut dapat diakses 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan 365 hari setahun.
Di depan masyarakat Indonesia, Hery bahkan mengajak mereka yang belum memiliki aplikasi tersebut untuk segera menggunakannya. “BRI di Taiwan tidak hanya mempunyai cabang. Sekarang kita juga punya mobile banking, namanya BRImo Taiwan. Mudah-mudahan nanti pulang dari acara ini semuanya sudah download,” ujarnya.
Transformasi digital tersebut menjadi sangat relevan karena secara geografis Taiwan memanjang dari utara ke selatan. Selama ini, nasabah yang tinggal jauh dari Taipei harus mengeluarkan waktu dan biaya transportasi untuk mendapatkan layanan langsung di kantor cabang. Dengan BRImo Taiwan, hambatan geografis itu semakin berkurang.
Aset BRI Taipei Tembus US$408 Juta
Peluncuran BRImo Taiwan melanjutkan ekspansi layanan BRI di pasar Taiwan. Setelah memperkuat kehadirannya melalui BRI Taipei Branch di Zhongshan District, total aset BRI Taipei kini telah mencapai lebih dari US$408 juta.
Bisnis remitansi juga berkembang pesat. Hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan–Indonesia melalui BRI tercatat sekitar US$490 juta, sementara jumlah rekening yang telah dilayani mencapai lebih dari 3.400 rekening.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya ruang pertumbuhan BRI di Taiwan. Selain PMI, potensi nasabah berasal dari diaspora Indonesia, mahasiswa, tenaga profesional, pelaut dan pekerja sektor perikanan, hingga masyarakat Taiwan yang mempunyai hubungan ekonomi dengan Indonesia.
BRI juga tidak hanya menyediakan layanan remitansi. Dengan lisensi perbankan yang dimiliki BRI Taipei Branch, bank tersebut memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis simpanan maupun kredit, termasuk secara selektif membiayai sektor korporasi dan industri yang potensial.
BRImo Taiwan menjadi salah satu instrumen untuk memperbesar penetrasi tersebut. Aplikasi ini dibangun sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan transaksi finansial sehari-hari sekaligus memperkuat konektivitas finansial antara Taiwan dan Indonesia.
Jumlah PMI di Taiwan sekitar 400.000. Dari jumlah itu, demikian Senior Executive Officer of Labor Bureau of New Taipei City Lai Yan Heng, sejumlah 4.000 orang telah menikah dengan warga Taiwan.
BRI berada di bawah naungan Danantara Indonesia, sedangkan operasional BRI di Taiwan berada dalam pengawasan otoritas setempat, termasuk Financial Supervisory Commission (FSC) Taiwan dan Central Deposit Insurance Corporation (CDIC).
Remitansi PMI Taiwan Hampir Rp48 Triliun
Potensi itu menjadi semakin besar jika melihat kontribusi PMI Taiwan terhadap Indonesia. Berdasarkan data yang dicantumkan BRI dengan merujuk Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar sepanjang 2025.
Dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, jumlah tersebut setara sekitar Rp47,5 triliun. Nilainya telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021 yang sekitar US$1,37 miliar.
Artinya, uang yang dikirimkan pekerja Indonesia dari Taiwan bukan angka kecil. Remitansi tersebut mengalir langsung kepada keluarga di berbagai daerah Indonesia, digunakan untuk membiayai konsumsi, pendidikan, kesehatan, pembangunan rumah, tabungan hingga modal usaha.
Karena itu, PMI bukan hanya tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Mereka juga merupakan salah satu sumber aliran devisa sekaligus penggerak ekonomi keluarga di Tanah Air. Digitalisasi layanan remitansi menjadi penting agar semakin besar bagian pendapatan mereka dapat dikirimkan melalui saluran keuangan formal secara cepat, aman, transparan, dan efisien.
Hery pun memberikan penghargaan tinggi kepada masyarakat Indonesia yang mencari penghidupan di berbagai negara. Para pekerja Indonesia di Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Hong Kong hingga Timur Tengah, menurut dia, memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
New Taipei City Apresiasi Pekerja Indonesia
Kehadiran Wali Kota New Taipei City Hou Yu-ih memberikan dimensi lebih luas pada peluncuran BRImo Taiwan. Acara tersebut bukan hanya perayaan produk baru BRI, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Taiwan.
Dalam rangkaian acara, perwakilan pemerintah setempat menyampaikan apresiasi atas kontribusi pekerja migran, termasuk pekerja Indonesia, terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat Taiwan. Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, peternakan dan perikanan hingga pelayanan rumah tangga serta perawatan lanjut usia.
Pemerintah setempat juga menekankan komitmen terhadap toleransi dan perlindungan hak pekerja migran. Berbagai program diharapkan terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia sehingga pekerja migran dapat bekerja dan tinggal dengan lebih nyaman di Taiwan.
Pesan tersebut memiliki arti khusus mengingat Taiwan menghadapi tantangan demografi berupa rendahnya angka kelahiran dan populasi yang menua. Kehadiran pekerja asing, termasuk dari Indonesia, dengan demikian mempunyai peran yang semakin penting dalam menopang berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Dari Remitansi Menuju Inklusi Keuangan
Bagi BRI, tantangannya kini bukan semata merebut pasar remitansi. BRImo Taiwan diarahkan menjadi pintu masuk untuk membawa masyarakat Indonesia di Taiwan lebih jauh ke dalam ekosistem keuangan formal.
PMI didorong tidak hanya menggunakan bank ketika mengirimkan uang kepada keluarga. Mereka juga diharapkan semakin memahami pentingnya menabung, merencanakan keuangan, membangun aset, serta mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke Indonesia.
Dengan basis nasabah BRI yang sangat besar di Indonesia, konektivitas tersebut mempunyai keunggulan tersendiri. Uang yang diperoleh di Taiwan dapat dikirim dan dikelola dalam ekosistem yang terhubung dengan keluarga serta berbagai kebutuhan finansial di Tanah Air.
BRI pun melihat Taiwan bukan sekadar pasar remitansi. Keberadaan BRI Taipei Branch menjadi bagian dari langkah membangun kemampuan BRI sebagai bank Indonesia yang semakin berani bersaing di pasar internasional.
Wika Salim dan Sheila On 7 Meriahkan Peluncuran
Peluncuran BRImo Taiwan sengaja dibalut dengan Festival Budaya Indonesia. Selain pelayanan perbankan, acara menampilkan wajah Indonesia melalui makanan, pakaian, batik, musik, dan tarian.
Baca Juga
Dimeriahkan Wika Salim, BRI Luncurkan BRImo Taipei untuk Permudah Transaksi WNI di Taiwan
Panggung hiburan menjadi salah satu magnet terbesar. Wika Salim tampil menghibur masyarakat, disusul Sheila On 7, grup musik yang memiliki basis penggemar lintas generasi. Hujan yang mengguyur kawasan New Taipei City tidak memadamkan antusiasme penonton.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama. Tradisi Indonesia itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan baru atas semakin eratnya hubungan masyarakat Indonesia dan Taiwan.
Di tengah panggung budaya itulah pesan peluncuran BRImo Taiwan menjadi lebih kuat. Teknologi perbankan pada akhirnya bukan sekadar aplikasi, angka transaksi, atau pertumbuhan aset. Teknologi menjadi bermakna ketika mampu mendekatkan manusia.
Bagi ratusan ribu masyarakat Indonesia yang bekerja dan membangun masa depan di Taiwan, jarak ribuan kilometer dari kampung halaman kini dapat dipangkas hanya melalui telepon genggam. BRImo Taiwan menjadi jembatan digital: penghasilan diperoleh di Taiwan, tetapi dalam hitungan detik dapat sampai kepada keluarga dan ikut menggerakkan kehidupan di Indonesia.

