Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 994 Miliar pada kuartal II 2026
JAKARTA, investortrust.id - Citibank N.A Indonesia (Citi Indonesia) mencatat laba bersih sebesar Rp 994 miliar di kuartal II 2026. Capaian tersebut masih dibayangi tantangan.
“Profitabilitas mengalami moderasi diakibatkan volatilitas pasar yang berdampak pada keuntungan penjualan aset keuangan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi, dalam Pemaparan Ekonomi dan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Kuartal II 2026, di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Jika melirik laporan keuangan publikasi, laba Citi Indonesia tumbuh negatif 25,45% dari Rp 1,33 triliun pada kuartal II 2025 menjadi Rp 993,89 miliar di periode yang sama tahun ini.
Baca Juga
Citi Bakal Rilis Layanan Penitipan dan Perbankan Bitcoin di Tahun Ini
Meski begitu, lanjut Batara, kredit yang disalurkan Citi Indonesia tumbuh 8,05% secara year on year (yoy) menjadi Rp 29,9 triliun di kuartal II 2026.
“Dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan risiko serta mempertahankan kualitas aset yang baik,” katanya.
Naiknya penyaluran kredit, juga diimbangi dengan terjaganya kualitas kredit, tercermin dari non performing loan (NPL) yang berada di level 0,19%.
Kondisi permodalan Citi Indonesia juga tetap solid, dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 31,43%. Likuiditas juga tercatat baik, dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 276,26%.
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga Citi Indonesia mencapai Rp 72,6 triliun pada kuartal II 2026 atau tumbuh 23,29% (yoy). Capaian itu didukung pertumbuhan giro yang meningkat 36,54% menjadi Rp 60,4 triliun.
“Pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia,” ucap Batara.
Ke depan, lanjut dia, Citi Indonesia berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis yang saling terhubung yaitu banking, markets, dan services. Sekaligus menghadapi dinamika ekonomi dengan kehati-hatian.
Dengan memanfaatkan jaringan global, Citi Indonesia terlibat dalam beberapa transaksi. Misalnya berperan sebagai joint lead manager dan bookrunner untuk penerbitan obligasi perdana senilai US$ 1,5 miliar untuk PT Danantara Investment Management, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Selain itu, Citi juga berperan sebagai Mandated Lead Arranger untuk Sindikasi Pinjaman 3 tahun senilai US$ 1 miliar untuk PT Danantara Investment Management, serta berperan sebagai Exclusive Financial Advisor bagi PT Indosat Ooredoo Hutchison.
Baca Juga
Tekan Kesenjangan Inklusi, Citi Indonesia Gandeng YCAB Kucurkan Hibah untuk Literasi Keuangan Gen Z
Implementasi AI
Batara mengatakan, Citi Indonesia menjadi salah satu bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui peluncuran perangkat khusus untuk seluruh karyawannya.
Lewat inisiatif tersebut, karyawan dapat menggunakan serangkaian tools Citi AI, termasuk Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist yang dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan memberikan akses cepat ke informasi penting di dalam sistem Citi.
“Adopsi AI ini merupakan inti dari strategi Citi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di era digital, sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra perbankan utama bagi institusi dengan kebutuhan global,” ujar Batara.

