Laba Manulife Indonesia Melesat 161,5% Jadi Rp 1,28 Triliun pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia) mencatat kinerja yang solid sepanjang tahun 2025, didukung oleh permodalan yang kuat dan posisi keuangan yang sehat.
Dari sisi profitabilitas, Manulife Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 1,28 triliun, meningkat 161,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp 3,97 triliun serta peningkatan pendapatan investasi, termasuk PAYDI, yang mencapai Rp 5,09 triliun.
Pada akhir Desember 2025 total aset Manulife Indonesia mencapai Rp 66,17 triliun. Pada periode yang sama, perusahaan juga mempertahankan rasio pencapaian solvabilitas (RBC) sebesar 650%,jauh melebihi ambang batas yang ditentukan regulator sebesar 120%.
Kinerja tersebut juga mencerminkan penguatan bisnis inti perusahaan. Pada tahun 2025, hasil jasa asuransi bersih tercatat sebesar Rp 299,77 miliar. Secara keseluruhan, hasil asuransi dan investasi bersih mencapai Rp 1,28 triliun, dan laba komprehensif sebesar Rp 859,4 miliar.
Baca Juga
Manulife Wealth & Asset Management Rampung Akuisisi Schroders Indonesia, Ini Tahap Penggabungannya
Komitmen Manulife Indonesia dalam memberikan perlindungan kepada nasabah tercermin dalam beban jasa asuransi sebesar Rp 3,68 triliun sepanjang 2025, yang mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya terkait layanan asuransi.
“Pada tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat. Capaian ini menegaskan ketahanan bisnis kami, kepercayaan nasabah, serta komitmen kami untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang,” kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2026).
Bergerak di industri pengelolaan aset selama genap 30 tahun, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) terus memperkuat posisinya sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia sejak tahun 2020. Pada tahun 2025, MAMI meraih pangsa pasar sebesar 11,94% di antara sekitar 90 perusahaan manajemen investasi yang beroperasi di Indonesia, dengan total aset yang dikelola mencapai Rp 124,3 triliun.
Pada periode yang sama, dana kelolaan Reksa Dana Manulife mencapai Rp 63 triliun, yang merupakan kelolaan reksa dana terbesar di industri dengan pangsa pasar 9,33%. MAMI secara konsisten mempertahankan posisi terdepannya di industri dengan terus menyuguhkan inovasi pada berbagai solusi investasi berkualitas termasuk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana, serta mengedepankan kepentingan setiap nasabahnya melalui disiplin pengelolaan portofolio investasi yang tinggi serta tata kelola yang baik.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendampingi setiap nasabah, mengoptimalkan risk return portofolio yang dipercayakan kami di berbagai siklus pasar. Kami menjaga keseimbangan yang kuat antara disiplin manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten di seluruh portofolio kelolaan. Kami juga terus berinovasi untuk mempersembahkan peluang-peluang baru melalui rangkaian solusi kami bagi nasabah ritel dan institusi,” tegas CEO dan Presiden Direktur MAMI Afifa.
Baca Juga
Tawarkan 2 Hal Ini, Manulife Luncurkan Produk Endowment Teranyar
Tren Positif Manulife Syariah Indonesia
Setelah diluncurkan secara resmi sebagai entitas independen pada bulan Desember 2024, Manulife Syariah Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif di tahun 2025. Perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp 302,1 miliar meningkat signifikan dari Rp 66,5 miliar pada tahun 2024. Kinerja ini mendorong pertumbuhan aset menjadi Rp 1,55 triliun, didukung oleh rasio solvabilitas yang kuat, dengan Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud sebesar 797% serta Dana Perusahaan sebesar 5.433%, keduanya jauh di atas persyaratan OJK.
Sepanjang tahun 2025, Manulife Syariah Indonesia menyalurkan manfaat kepada peserta melalui pembayaran klaim sebesar Rp 83,9 miliar, meningkat sekitar 99% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan peran aktif perusahaan dalam memberikan perlindungan finansial berbasis prinsip syariah. Di sisi lain, perusahaan juga mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 766 juta, yang menunjukkan bahwa pengelolaan dana peserta tetap berada dalam kondisi sehat.
Sejalan dengan kinerja bisnisnya, Manulife Syariah Indonesia terus mewujudkan nilai-nilai Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak sebagai landasan operasionalnya. Komitmen ini tercermin melalui penyediaan solusi perlindungan berbasis syariah serta berbagai inisiatif sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah Wakaf Air, yang bertujuan mendukung akses air bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan prinsip-prinsip dampak dan keberlanjutan dalam keuangan syariah.
“Meningkatnya minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pendekatan berbasis nilai dalam keamanan finansial. Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami. Berlandaskan prinsip Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak, kami berkomitmen untuk terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan.

