Perkuat Ekosistem Halal Nasional, BSI (BRIS) Bidik Potensi Rp 5.000 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle nasional yang kini mencapai Rp 5.000 triliun, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) terus memperkuat ekosistem halal nasional.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, peran perbankan syariah saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar penyedia transaksi finansial.
“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangan pers, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga
Gandeng LRT di Stasiun Dukuh Atas, BSI Bidik 2 Juta Nasabah Tabungan Emas
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Anggoro, bank berkode saham BRIS ini menyiapkan berbagai strategi pendukung, salah satunya melalui percepatan pembiayaan di sektor produktif dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Kami serius memastikan pertumbuhan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Anggoro mengatakan, BSI terus memperkuat dukungan kepada pelaku UMKM melalui layanan terpadu di BSI UMKM Centre. Fasilitas itu menyediakan pendampingan bagi usaha yang belum bankable, pelatihan pengembangan kapasitas usaha, hingga membuka akses pasar melalui program business matching dengan pembeli domestik maupun internasional.
BSI juga memperluas penetrasi ke berbagai ekosistem strategis, mulai dari pondok pesantren, sekolah islam, komunitas muslim, industri halal, hingga sektor haji dan umrah. Langkah itu dilakukan untuk mengintegrasikan potensi bisnis halal secara lebih menyeluruh.
Menurut Anggoro, saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar halal lifestyle terbesar di dunia dan berada di posisi ketiga global. Potensi tersebut masih dapat berkembang signifikan jika integrasi ekosistem halal nasional diperkuat melalui dukungan sektor keuangan syariah.
“Tantangan besar kita adalah bagaimana bank syariah memimpin dan mengeksplorasi potensi raksasa ini secara optimal, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia,” ucapnya.
Baca Juga
Ia menambahkan, prinsip ekonomi syariah pada dasarnya mengedepankan keadilan, transparansi, keberlanjutan, dan kemanfaatan sosial sesuai nilai maqashid syariah.
“Ekonomi itu tidak hanya untuk profit, tapi ekonomi itu untuk kemanfaatan dan keberlanjutan,” ujar Anggoro.

