BSI Kejar Target KUR Perumahan Rp 1,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) alias BSI menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp 1,2 triliun pada 2026. Selain itu, BSI juga menargetkan penyaluran KUR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 5.540 unit rumah subsidi.
“Kalau kita lihat target tahun ini untuk BSI, untuk KUR Perumahan itu adalah Rp 1,2 triliun. Lalu untuk FLPP 5.540 rumah. Saat ini sampai dengan bulan Maret (2026) itu 1.250 (unit). Kita tentu akan kejar untuk sampai 5.540 (unit),” kata Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo di The Tower, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan, pembiayaan KUR Perumahan secara nasional tembus di angka Rp 16,298 triliun per 21 Mei 2026.
“Per hari ini KUR Perumahan sudah terserap Rp16 triliun. Berarti ini program KUR Perumahan yang diciptakan Presiden Prabowo sangat bermanfaat,” ujar pria yang akrab disapa Ara itu.
Baca Juga
Nasabah BSI (BRIS) Tembus 23,7 Juta pada Kuartal I, Laba Naik 22,98%
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, lanjut Ara, realisasi penyaluran KUR Perumahan BSI telah mencapai Rp 844 miliar atau sekitar 67% dari target Rp 1,2 triliun hingga 21 Mei 2026.
“Jadi, terima kasih Pak. Data ini faktual, artinya BSI confirm sangat mendukung program KUR Perumahan yang pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo. Dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dukungan jajaran Bapak, nanti bersama BP Tapera kerja keras dengan SMF (PT Sarana Multigriya Finansial) supaya kita lebih banyak lagi menyiapkan rumah yang layak huni dan terjangkau,” ucap dia.
Maruarar turut memaparkan realisasi KPP BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dari sisi suplai, kata dia, pembiayaan kepada pengembang mencapai Rp 70 miliar, kontraktor Rp 19 miliar, dan toko bangunan Rp 26 miliar. Sedangkan dari sisi demand, pembiayaan mencapai Rp 200,7 miliar.
“Ini sangat menolong rakyat. Kenapa? Bunganya hanya 0,5%, sejalan dengan arah Presiden Prabowo,” tutur Ara.

