Mengenang Earth Hour, BRI Unjuk Aksi Nyata di Lingkungan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Peringatan Earth Hour tahun 2026 baru saja berlalu, tepatnya Sabut, 28 Februari 2026, pukul 20.30 – 21.30 WIB. Momen ini menegaskan pentingnya komitmen kolektif menjaga kelestarian bumi.
Earth Hour merupakan gerakan global yang mengajak individu, komunitas, pebisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim secara simbolis melalu aksi mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat, setiap hari Sabtu di pekan terakhir bulan Maret.
Sejak pertama kali diinisiasi pada 2007, Earth Hour telah berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan jutaan partisipan di lebih dari 180 negara. Gerakan ini menjadi simbol bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak nyata bagi bumi.
Partisipasi Earth Hour di berbagai kota dunia tercatat mampu menurunkan konsumsi listrik hingga 10–15% dalam satu jam. Di Indonesia, gerakan ini mampu menghemat sekitar 300 MW listrik dalam satu jam, setara dengan kebutuhan listrik sekitar 200 ribu rumah atau hingga 700 ribu orang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aksi kolektif memberikan dampak signifikan.
Baca Juga
Kampung Koboi Tugu Selatan, Wujud Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal Program Desa BRILiaN
Merespons Gerakan positif ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lewat langkah konkret. Hal ini diwujudkan melalui pengelolaan energi di lingkungan kerja, seperti penggunaan teknologi hemat energi (termasuk lampu LED), optimalisasi operasional fasilitas kantor seperti pengaturan penggunaan lift, serta kebiasaan efisiensi energi seperti mematikan dan mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan.
Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan konsep green building, digitalisasi produk dan layanan perbankan. Jajaran BRI juga mengutamakanpemanfaatan energi baru sebagai praktik keberlanjutan di seluruh lini kerja.
“Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan. Keberlanjutan menjadi landasan strategis bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab,” tegas Mahdi Yusuf.
BRI juga mengembangkan inisiatif melalui implementasi Green Network. Hingga akhir 2025, Perseroan telah memanfaatkan energi terbarukan melalui instalasi panel surya di 152 unit kerja serta mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan. Inisiatif tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi operasional sebesar 9,6% dibandingkan baseline year tahun 2022.
Baca Juga
Waspada Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Kenali Modus Link Palsu
Selain itu, melalui program Zero Waste to Landfill, BRI berhasil mencatatkan penghindaran emisi sebesar 746,4 ton CO₂e. Lebih lanjut, melalui program BRI Grow and Green, BRI turut melakukan berbagai inisiatif lingkungan, salah satunya melalui kegiatan restorasi mangrove. Hingga tahun 2025, program ini telah merealisasikan penanaman sebanyak 65.300 pohon mangrove, dengan potensi pengurangan emisi karbon sekitar 43,43 ton CO₂e per tahun.
Mahdi menambahkan bahwa berbagai inisiatif tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam membentuk cara kerja yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. “BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankan secara konsisten, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholders,” tutup Mahdi Yusuf.

