Ilham Habibie: Keberlanjutan Adalah Kunci Mewujudkan Indonesia Maju 2045
JAKARTA, investortrust.id – Chairperson of the Board Trustees, The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie menegaskan, melaksanakan nilai-nilai keberlanjutan secara bijak dan konsisten merupakan kunci Indonesia menjadi negara maju pada 2045 (Indonesia Maju 2045).
Menurut Ilham Habibie, keputusan pemerintah mencanangkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045yang dikenal sebagai Indonesia Emas 2045 tak bisa dilepaskan dari isu keberlanjutan. Sukses atau tidaknya Indonesia meraih cita-cita tersebut bahkan turut ditentukan oleh keberhasilan negara ini melaksanakan prinsip-prinsip keberlanjutan.
“Berbicara tentang Indonesia, pemerintah telah menetapkan visi mulia, yakni Visi Indonesia Maju 2045. Itu tak bisa lepas dari isu keberlanjutan,” ujar Ilham Akbar Habibie padakuliah umum Pioneering Sustainable Solutions for a Changing World di The Habibie-Ainun Library di Jakarta, Senin (09/10/2023).
Baca Juga
Profesor Ini Bilang Indonesia Sedang Mengembangkan Bahan Bakar Khusus, Apa Itu?
Kuliah umum tersebut digelar The Habibie Center bersama The Technical University of Munich (TUM) Campus Straubing. Acara ini dihadiri antara lain Rektor TUM Volker Sieber, Managing Director TUM Asia Markus Watcher, Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan Timor Leste Ina Lepel, Chairperson of the Institute of Democratization Through Science, Technology, and Innovation The Habibie Center Eniya Listiani Dewi, serta peneliti The Habibie Center Herawati.
Menurut Ilham Habibie, ada tiga kata kunci dalam visi tersebut, yakni tahan banting (resilient), maju (advance), dan keberlanjutan (sustainability). “Penting untuk menjadi rencana jangka panjang negara kita. Keberlanjutan adalah salah satu dari tigakunci tersebut,” tutur dia.
Ilham Habibie mengungkapkan, isu keberlanjutan sedang menjadi topik hangat di dunia karena isu ini menyangkutmasa depan umat manusia dan alam semesta.
Baca Juga
”Masa depan duniaberkaitan dengan keberlanjutan. Visi Indonesia Maju 2045 yang dicanangkan pemerintah juga sangat bergantung pada bagaimana kita bisa mengimplementasikan langkah-langkah menuju keberlanjutan,” papar dia.
Dia menjelaskan,topik keberlanjutan sangat relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini. Masyarakat sudah menyadari tentang kewajiban segenap warga negara menjaga keberlanjutan.
“Keberlanjutan sudah ada di kepala semua orang saat ini. Segala sesuatu yang kita bicarakan dan lakukan, serta bagaimana membayangkan dunia masa depan adalah tentang sustainability,” tandas Ilham.
Kampus atau perguruan tinggi, menurut Ilham Habibie, dapat menjadi salah satu wadah bagi segenap pemangku kepentingan (stakeholders) bangsa untuk fokus pada upaya membahas, merencanakan, menggodok, dan mengimplementasikan hal-hal yang berkaitan dengan keberlanjutan.
Ilham Habibie menyorotikondisi dunia yang terus berubah saat ini. Di sisi lain, kehadiran teknologi sangat membantu umat manusia memahami semua persoalan yang terjadi di tengah arus ketidakpastian. “Saya ingin mengatakan dunia yang berubah inimenjadi tidak pasti, dan teknologi membantu kita untuk memahaminya,” tandas dia.
Baca Juga
Presiden Jokowi Tekankan Hilirisasi Langkah Penting Menuju Indonesia Maju 2045
Banyak hal tak terduga, kata Ilham, yang terjadi dalam beberapa bulan dan beberapa tahun terakhir. “Sangat, sangat menakjubkan untuk memahami betapa kompleksnya teknologidapat berkembang. Pemanasan global, fenomena El Nino, ditambah kebakaran hutan tampaknya berkontribusi pada iklim yang tidak sehat di Jakarta,” tutur dia.
Ilham mengemukakan, dalam rencana jangka panjang, berbagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat harus mengacu dan selarasdengan programkeberlanjutan. Untuk membuahkan hasil yang optimal, nilai-nilai keberlanjutan harus diterapkan secara bijak dan konsisten.
Habibie Democracy Forum
Ilham Habibie juga mengungkapkan, The Habibie Center -- yayasan yang mengusung visi memajukan modernisasi dan demokratisasi di Indonesia-- berencana meluncurkan program baru, yakni Habibie Democracy Forum.
“Ke depan, kami juga akan membentuk program baru bernama Habibie Democracy Forum yang akan dimulai bulan depan. Ada topik penting yang perlu diangkat, agar aspirasi dapat didengar dan demokrasi akan terbangun untuk kehidupan masa depan yang lebih baik,” ujar dia. (CR-4)

