Sucofindo Komit Jalankan Metode HACCP dan Green Initiative
JAKARTA, investortrust.id --Direktur Utama PT SucofindoJobi Triananda Hisjammenegaskan komitmen perusahaan terhadap metode Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)dan implementasi food service system (FSS) sebagai bagian dari portofolio perusahaan.
Jobi menjelaskan bahwa PT Sucofindo memiliki lebih banyak add-ons yang dapat meningkatkan nilai tambah untuk mitra bisnis seperti PT Pelni.
“Hari ini kita membicarakan tentang HACCP dan implementasi food service system (FSS), ini adalah sebagian kecil dari portofolio kami (PT Sucofindo). Jadi, sebenarnya ada add-ons lainnya yang bisa menambah value-nya PT Pelni,” kata Jobi di KM Dorolando, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (03/11/2023).
HACCP adalah sebuah metode sistematis berbasis sains yang mengidentifikasi risiko bahaya tertentu dan tindakan pengendaliannya untuk memastikan keamanan dari produk yang diproduksi.
Baca Juga
Jumlah Penumpang PELNI Capai 95,1% dari Target Akhir Tahun 4,1 Juta Penumpang
Jobi mengungkapkan fokus perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah dalam industri hijau. Hal ini sebagai respons terhadap penandatanganan Paris Agreementoleh Presiden Joko Widodo.
Untuk mendukung Green Initiative, PT Sucofindo diarahkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi lembaga yang dapat membantu industri-industri dalam hal pengurangan emisi, penggunaan energi terbarukan, hingga partisipasi di bursa karbon.
“Kami hari ini sedang fokus untuk membantu pemerintah dalam industri hijau, karena pak Jokowi sudah menandatangani Paris Agreement, sehingga kami diarahkan oleh Pak Menteri untuk menjadi lembaga yang bisa membantu Green Initiative dari pengurangan emisi, energi terbarukan, bisa juga ke bursa karbon, dan seterusnya,” ungkapnya.
Sucofindo juga mendapat mandat dari pemerintah untuk membantu merancang roadmap untuk perusahaan BUMN yang disertifikasi sebagai perusahaan Green Business.
“Banyak hal sebenarnya yang ditugaskan pemerintah ke kami untuk membantu membuatkan roadmap untuk BUMN-BUMN yang nantinya akan disertifikasi ‘Green’,” tutur Jobi.
Jobi menegaskan bahwa Green Initiative adalah tren global yang tak terhindarkan, dan perusahaan harus bersiap untuk mengikuti arus ini atau akan tertinggal oleh kompetitor lain. Ia memberikan contoh bahwa perusahaan luar negeri seperti ZARA telah membeli karbon dari hutan Indonesia untuk mendukung kampanye tersebut.
“Jadi, Green Initiative sudah menjadi tren dunia, apabila kita tidak mempersiapkan jangka panjang terkait hal ini pasti kompetitor yang lain akan lebih advance di sektor energi terbarukan ini. Contohnya perusahaan tekstil luar negeri, ZARA membeli karbon itu dari hutan Indonesia supaya mereka juga campaignbahwa produknya peduli dengan lingkungan,” kata Jobi.
Selain itu, Jobi mengatakan bahwa PT Sucofindo juga bisa mengeluarkan sertifikasi halal, seiring dengan kebijakan Departemen Agama yang mewajibkan sertifikat Halal untuk semua produk konsumsi pada tahun depan.
“Kami juga membantu disertifikasi Halal, karena diminta oleh Departemen Agama. Kalau dulu sertifikat Halal hanya boleh dikeluarkan oleh MUI, sekarang banyak perusahaan juga yang dipaksa untuk mempercepat sertifikasi itu. Karena tahun depan sudah diwajibkan untuk sertifikat Halal terhadap semua produk konsumsi,” lugas Jobi. (CR-3)

