BRI Balik ESG Jadi GSE, kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tidak menerapkan nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) secara berurutan, melainkan membaliknya menjadi GSE.
Menurut Division Head ESG BRI, Yosephine Ajeng Sekar Putih, BRI memulai implementasi ESG dari“G” (governance)terlebih dahulu.“Kami memulai ESG secara top down. Direksi yang kasih arahan, baru diimplementasikan di bawah, jadinya GSE,” ujar Ajeng dalam focus group discussion (FGD) bertajuk “ESG di Persimpangan Jalan" yang digelar investortrust.id di Jakarta,Jumat (24/11/2023).
Baca Juga
Ajeng menjelaskan, sebagai perusahaan yang sangat peduli terhadap tata kelola, BRI menginginkan tata kelola yang baik menjadi motor penerapanprinsip-prinsip lingkungan (E) dan sosial (S). Melalui cara itu, ESG dapat diimplementasikan sebagai kultur perusahaan (corporate culture).
Setelah prinsip-prinsip “G” tercapai, kata Ajeng Sekar Putih, baru BRI mengimplementasikan “E” dan “S”. Penerapan ESG dari unsur “G” menjadikan ESG yang diimplementasikan BRI lebih holistis. Alhasil, ketiganya dapat dijalankan secara beriringan dan berkelanjutan.
Baca Juga
BRI Segera Hadirkan Platform QLola bagi Nasabah di Luar Negeri
Ajeng mengungkapkan,BRI sejatinya lebih dulu mengimplementasikan ESG sebelum Sustainable Development Goals (SDGs) diberlakukan secara global pada 2015 untukmenggantikanMillennium Development Goals (MDGs). “Kami sudah menyusun dan menerapklannyasejak 2013,” tutur dia.

