Jaring Investasi Asing, Pertamina Kebut 2 Strategi Pengembangan Energi Hijau
JAKARTA, investortrust.id– Indonesia sudah merumuskan Visi Indonesia 2045 tentang transisi energi. Poin visi tersebut adalah upaya nyata penggunaan energi hijau, termasuk infrastruktur pendukungnya.
Menindaklanjuti upaya itu, PT Pertamina (Persero) telah merintisnya dengan menjaring investasi asing pada proyek-proyek infrastruktur energi ramah lingkungan. Pertamina pun telah menetapkan program pengembangan energi hijau sebagai bisnis masa depan.
“Ini bisnis masa depan kami, karena saat ini proporsi pendapatan kami sebagian besar disumbangkan oleh bahan bakar fosi, lebih dari 95%,” ujar Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini saat diskusi panel dalam Forum ASEAN Indo-Pasifik (AOIP) di Jakarta, Rabu (6/9).
“Ke depan, (kami ingin) pendapatan dari energi terbarukan semakin meningkat seiring berjalannya waktu,” lanjut Emma Sri Martini.
Baca Juga
Operasikan PLTS Terbesar, Amman Mineral Punya 4 Pilar Penerapan ESG
Untuk meningkatkan investasi pada proyek energi terbarukan, Pertamina pun menyalurkan belanja modal hingga 145 miliar dolar AS. Jika dirupiahkan, nilai investasi ini sekitar Rp2.223 triliun.
Pertamina telah menyiapkan dua strategi untuk mengembangkan proyek energi hijau. Selain melakukan dekarbonisasi bisnis Pertamina yang ada, juga membangun bisnis bahan bakar rendah karbon.
Menurur Emma Sri Martini, dua strategi tersebut akan diterapkan untuk menjamin ketahanan energi nasional. Lebih dari itu Pertamina bahkan menargetkan kelak bisa mengekspor energi ramah lingkungan.
“Inilah yang ingin kita lakukan dengan amonia, hidrogen, CCUS, dan sebagainya. Oleh karena itu, kami harus melakukan kedua strategi tersebut, karena kami harus lebih fokus pada investasi energi terbarukan yang sudah dimasukkan ke dalam peta jalan nol emisi kami,” ujar Emma.
Baca Juga
Pertamina Mau Kurangi Ketergantungan di Bisnis Fuel, Begini Strateginya
Dua strategi itu diharapkan memudahkan Pertamina memanfaatkan potensi energi panas bumi yang sangat besar di Indonesia, yang saat ini beroperasi dengan kapasitas lebih dari 700 megawatt. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi energi panas bumi hingga 200 megawatt dalam dua tahun ke depan.
Pertamina juga akan mendiskusikan berbagai peluang pengembangan energi hijau dengan mitra internasional. Untuk itu Pertamina sedang berupaya menerapkan model operasional yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, ketika bernegosiasi dengan investor, sudah mengantongi bukti implementasi dengan skor ESG yang meyakinkan.
“Saat ini kami menduduki peringkat kedua untuk sub-industri migas terintegrasi, jadi kami benar-benar berkomitmen bahwa operasional kami benar-benar mendukung ESG. Ini yang menjadi daya tarik kami sehingga kami bisa lebih mudah mengajak mitra strategis kami untuk berinvestasi di infrastruktur ramah lingkungan kami,” ujar Emma Sri Martini.
Sembilan Sektor
Pada forum AIPF, Pertamina menjajaki sembilan bidang potensial kerja sama pembangunan infrastruktur hijau.Pada sektor energi dan migas, Pertamina menawarkan kemitraan dalam pembangunan infrastruktur Integrated Green Terminal Kalibaru, serta Integrated Terminal Tapanuli Tengah.
Baca Juga
Tampil di AIPF 2023, Nicke Widyawati Tegaskan Komitmen Pertamina Dukung Transisi Energi Indonesia
Selain itu, Pertamina juga menawarkan peluang kerja sama carbon capture and storage/carbon capture utilization & storage (CCU/CCUS). Demikian halnya dengan jaringan pipa gas Dumai-Siak hingga produksi green hydrogen dan nature based solution.
Langkah konkret Pertamina dalam pengembangan infrastruktur hijau, tidak dalam Pertamina Group, tetapi juga bersama BUMN yang tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC). Lewat Kerjasama ini, Pertamina ikut pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emisi (NZE) tahun 2060. Caranya dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Baca Juga
Pertamina Tampilkan Infrastruktur Hijau PLTP Lumut Balai Unit 2 di Ajang AIPF 2023

