PGN (PGAS) Lampaui Target Penurunan Emisi 35,3% hingga Agustus 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN , Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen hingga Agustus 2026. Capaian tersebut melampaui target periode yang sama sebesar 35,3% sekaligus memperkuat upaya perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing bisnis.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra mengatakan dekarbonisasi telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan, tidak hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga mengendalikan biaya operasional dan mengantisipasi risiko iklim serta perubahan regulasi.
Baca Juga
Hotel Platinum Yogyakarta Pakai CNG PGN (PGAS), Hemat Biaya hingga 30%
“Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif. Dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Mirza dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
PGN menjalankan sejumlah inisiatif untuk menekan emisi, antara lain meningkatkan efisiensi energi di fasilitas operasional, mengurangi kehilangan gas atau gas loss, serta mengoptimalkan penggunaan energi dengan emisi lebih rendah. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi.
Langkah tersebut juga mendukung target pemerintah mencapai net zero emission atau emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat. Target itu mengacu pada upaya menyeimbangkan emisi gas rumah kaca yang dilepaskan dengan jumlah yang diserap atau dihilangkan dari atmosfer.
Secara kumulatif, penurunan emisi Subholding Gas sejak 2025 hingga Agustus 2026 telah melampaui 68.500 ton karbon dioksida ekuivalen. Angka tersebut setara dengan sekitar 15,7% dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Selain memberikan manfaat lingkungan, program dekarbonisasi juga berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi. Berdasarkan perhitungan perusahaan, nilai marginal abatement cost (MAC) tercatat minus US$ 0,19 ribu per ton karbon dioksida ekuivalen. Indikator tersebut mengukur biaya yang diperlukan untuk mengurangi setiap satuan emisi.
Nilai MAC negatif mengindikasikan bahwa portofolio program penurunan emisi yang dijalankan PGN berpotensi menghasilkan penghematan biaya sekaligus mengurangi emisi. Namun, besarnya manfaat ekonomi tetap bergantung pada realisasi dan hasil masing-masing program.
“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.
PGN Siapkan Program Dekarbonisasi 2027–2030
Untuk menjaga kesinambungan penurunan emisi, PGN menyelenggarakan workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 di Jakarta pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan PGN dan sejumlah entitas dalam kelompok usaha Subholding Gas untuk menyusun rencana pengurangan emisi yang terintegrasi dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027–2030.
Entitas yang terlibat, antara lain PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia.
Penyusunan program juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034. ESG merupakan kerangka yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Peta jalan tersebut menjadi acuan dalam menyusun dan mengarahkan berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan Subholding Gas Group.
Baca Juga
PGN (PGAS) Perluas Jaringan Gas Bumi, Sasar 34.000 Rumah di Batam
Berbagai usulan program dari entitas terkait selanjutnya akan difinalisasi dan disampaikan kepada manajemen. Tahapan ini ditujukan untuk memastikan setiap inisiatif memiliki perencanaan yang terukur, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis perusahaan pada periode 2027–2030.
Mirza mengatakan keterlibatan seluruh entitas Subholding Gas Group menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut diperlukan agar rencana penurunan emisi dapat diterapkan dalam kegiatan operasional masing-masing entitas dan mendukung pencapaian target perusahaan.
“Dekarbonisasi bukan lagi sekadar menurunkan emisi, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat. Melalui kolaborasi seluruh entitas Subholding Gas Group, kami berkomitmen memperkuat pelaksanaan inisiatif dekarbonisasi yang terukur dan berkelanjutan,” tutup Mirza.
