Krakatau IT Perluas Akses Pembelajaran Digital bagi 2.000 Penerima Manfaat di Banten
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Krakatau Steel Group melalui PT Krakatau Information Technology (PT Krakatau IT) memperluas akses pembelajaran berbasis digital bagi lebih dari 2.000 siswa, guru, dan ekosistem sekolah di 10 SMK terpilih di Provinsi Banten.
Program yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di bidang pendidikan ini menyediakan akses gratis ke aplikasi Learning Management System (LMS) selama tiga bulan hingga akhir 2026.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Open House Learning Management System (LMS): Transformasi Menuju Ekosistem Pembelajaran Digital di SMK Banten. Melalui program ini, sekolah mitra dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembelajaran digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan terintegrasi. Akses LMS diberikan selama periode program, sehingga guru dan siswa dapat menggunakan platform tersebut untuk mengakses materi pembelajaran, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam pendidikan vokasi, khususnya di tingkat SMK. Digitalisasi pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan sekolah kejuruan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan kerja yang semakin mengandalkan teknologi. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan Pendidikan.
Direktur PT Krakatau Information Technology, Erwan Susanto, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu diarahkan untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS) Tunjuk Willgo Zainar Jadi Direktur Utama
“Transformasi digital di sektor pendidikan bukan semata-mata mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi proses belajar mengajar. Melalui program ini, kami ingin membuka kesempatan bagi sekolah, guru, dan siswa untuk memanfaatkan LMS secara langsung sebagai sarana pendukung pembelajaran yang lebih terstruktur dan fleksibel. Kami berharap pengalaman selama program berlangsung dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran digital secara berkelanjutan,” ujar Erwan dikutip Jumat (9/10/2026).
Dari sisi sekolah, implementasi LMS membuka peluang bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan terintegrasi. Ketua Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 6 Kota Serang, Ubaidillah, menilai platform pembelajaran digital dapat mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus mempermudah siswa mengakses materi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.
“Bagi sekolah kejuruan, penguatan kompetensi digital merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Kehadiran LMS diharapkan dapat memudahkan siswa mengakses materi pembelajaran secara fleksibel, baik di sekolah maupun di luar sekolah, sekaligus membantu guru mengelola kegiatan belajar mengajar dengan lebih terstruktur. Program ini juga memberikan kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran,” ujar Ubaidillah.
Sebanyak 10 sekolah yang menjadi mitra program ini adalah SMKN 1 Cilegon, SMKN 1 Anyer, SMKN 1 Pandeglang, SMK YPKS Cilegon, SMKN 5 Kota Serang, SMKN 5 Pandeglang, SMKN 6 Kota Serang, SMKN 7 Kota Serang, SMKN 8 Pandeglang, dan SMKN 9 Pandeglang.
Dari perspektif industri, penguatan ekosistem pembelajaran digital di SMK memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengandalkan kompetensi teknologi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Akses terhadap teknologi pembelajaran sejak di bangku sekolah diharapkan dapat membantu mempersempit kesenjangan antara kebutuhan kompetensi industri dan kesiapan lulusan pendidikan vokasi.
