Apresiasi Pidato Menteri LH di PBB, Sinerco Berkomitmen Dukung Transisi Energi Berkeadilan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat menyampaikan konsistensi Indonesia menerjemahkan komitmen iklim global dalam pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, hingga pengentasan kemiskinan. Pesan itu disampaikan Jumhur saat Climate Summit 2026 on Climate Action and the Just Transition, saat Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).
Dalam pesannya, Jumhur menyebut bahwa Paris Agreement telah menjadi kompas bagi transisi energi. Akan tetapi, ketika ruang untuk menjaga kenaikan suhu 1,5 derajat Celcius kian menyempit, Jumhur menyarankan agar pemerintah menjembatani komitmen tersebut.
Baca Juga
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat Perketat Pengendalian Karhutla di Wilayah Open Access
“Dengan berpedoman pada keadilan serta prinsip tanggung jawab bersama yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing,” kata Jumhur, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (5/10/2026).
Dalam forum internasional tersebut, Jumhur membawa arah kebijakan strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana Indonesia memaparkan komitmen pencapaian Net-Zero Emissions 2060 atau lebih cepat melalui Nationally Determined Contribution (NDC).
Menurutnya, paradigma pembangunan nasional menempatkan pertumbuhan dan perlindungan lingkungan pada jalur yang sama. Berbagai aksi lintas sektor yang dipaparkan meliputi pengurangan emisi dari limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pengembangan industri rendah karbon, penerapan carbon capture, utilisation and storage (CCUS) secara bertanggung jawab, ekspansi energi surya skala besar, serta penerapan B50 untuk mendukung ketahanan energi.
Dalam pemaparan lisannya, Jumhur juga menyoroti pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi industri rendah karbon dan penguatan nilai tambah di dalam negeri.
"Bahwa dalam transisi itu, harus adil, tertib, dipimpin negara, dan berpusat pada rakyat. Karena itu, keberhasilan transisi tidak hanya diukur dari teknologi atau nilai investasi, melainkan juga dari keterjangkauan energi, kerja layak, nilai tambah lokal, perlindungan kelompok rentan, serta manfaat lingkungan yang nyata," kata dia.
Komisaris Utama PT Sigma Energy Compressindo Tbk atau Sinerco, Agung Suryamal mengapresiasi upaya Jumhur tersebut. Menurut Agung, pidato Jumhur di PBB menunjukkan Indonesia melakukan langkah nyata untuk mengatasi perubahan iklim.
“Pidato beliau di PBB menunjukkan bahwa Indonesia hadir bukan hanya dengan target, tetapi dengan langkah nyata. Pesan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berjalan bersama sangat relevan bagi kami di sektor energi,” kata Agung.
Baca Juga
Kinerja Lanjutkan Pertumbuhan, Sinerco (SICO) Siap Gelontorkan Dividen
Agung menjelaskan perusahaannya yakin bahwa ketahanan energi nasional dan kelestarian lingkungan merupakan dua tujuan yang saling membangun dan menguatkan.
“Sebagai mitra penyedia kompresor gas bagi industri hulu migas nasional, Sinerco berkomitmen mendukung transisi energi yang adil serta operasi yang efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Agung juga memberikan selamat kepada Jumhur yang mendapatkan gelar Sinatria Jaga Riksa Nusantara dari 12 komunitas Pasundan. Gelar tersebut menjadi pengingat untuk menjaga bumi diperlukan kerja bersama, lintas sektor, dan budaya.
