Pupuk Indonesia Raih Diamond Achievement Transparansi Emisi 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Pupuk Indonesia Persero sukses meraih penghargaan kategori Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dalam pengelolaan emisi karbon serta kontribusi nyata dalam upaya dekarbonisasi nasional dan global.
Baca Juga
Sebanyak 103 korporasi meraih penghargaan pada kategori masing-masing dalam ajang tersebut. Namun, dari seluruh penerima, hanya enam perusahaan yang ditetapkan sebagai “Best of The Best” oleh Dewan Juri.
Ketua Dewan Juri Roy Sembel menyampaikan bahwa apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen dalam implementasi dan pelaporan penurunan emisi.
“Apresiasi setinggi-tingginya patut kita berikan untuk 103 perusahaan tersebut yang sudah membuktikan komitmen dalam implementasi dan pelaporan penurunan emisi. Teristimewa 6 perusahaan yang menurut Dewan Juri tergolong lebih optimal dalam hal penurunan emisi,” ujarnya dalam malam penganugerahan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Dewan juri terdiri dari Roy Sembel, Sidharta Utama, dan Hanafi Sofyan Guciano. Sebanyak 383 perusahaan dievaluasi dalam tahap awal seleksi, terdiri dari 358 perusahaan publik dan 25 perusahaan privat. Dari jumlah tersebut, 343 perusahaan berpartisipasi, termasuk 78 perusahaan yang mengintegrasikan laporan keberlanjutan ke dalam laporan tahunan.
Untuk masuk nominasi, perusahaan harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2024 sebelum 31 Desember 2025, mencantumkan perhitungan emisi secara eksplisit, serta tidak terlibat dalam konflik hukum lingkungan yang serius. Penilaian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan masing-masing perusahaan tanpa validasi ulang.
Proses penilaian berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama menilai kelengkapan pengungkapan emisi, verifikasi pihak ketiga, serta upaya penurunan emisi. Tahap kedua mempertimbangkan inovasi, kesadaran lingkungan, dan efektivitas pengelolaan emisi.

