Soal Beberapa Dealer Mobil Jepang Tutup, Menperin: Harus Beradaptasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah dealer mobil merek Jepang di dalam negeri mulai mengalami tekanan hingga penutupan, seiring perubahan tren pasar otomotif yang mengarah ke kendaraan listrik. Pemerintah pun mendorong pelaku industri untuk segera beradaptasi dengan pergeseran tersebut.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai fenomena tersebut merupakan dinamika pasar yang tidak dapat dihindari, terutama di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dalam negeri.
Maka dari itu, menurut Menperin Agus, produsen otomotif, khususnya yang berasal dari Jepang, perlu membaca arah kebijakan pemerintah yang semakin kuat mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik di dalam negeri.
“Ini menjadi tantangan bagi brand Jepang karena semuanya berkaitan dengan market. Mereka harus bisa menyesuaikan dengan apa yang diinginkan pasar,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga
Pengamat: Impor 105 Ribu Mobil India Berisiko Tekan Industri Otomotif Domestik
Ia menegaskan, pemerintah akan mempercepat peralihan menuju kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini menyebutkan, pergeseran global, termasuk dampak konflik geopolitik yang tengah memanas di Timur Tengah, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
“Ke depan kita akan shifting lebih cepat ke kendaraan listrik. Ini arahan langsung Presiden agar kita bisa segera full ke EV, baik motor, mobil, termasuk truk dan bus,” terang Menperin Agus.
Baca Juga
Bos Toyota: Penghematan BBM Jadi Momen Transformasi Industri Otomotif

