Kejar Swasembada Gula, Pemerintah Alokasikan Rp1,7 Triliun untuk Peremajaan Tebu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan pengalokasian anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk program peremajaan tanaman tebu nasional. Langkah ini diambil karena sebagian besar tanaman tebu saat ini telah melewati usia optimal sehingga produktivitasnya tidak lagi maksimal.
Mentan Amran menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi tahun 2025 atas arahan Presiden Prabowo Subianto, ditemukan sekitar 70% hingga 80% tanaman tebu di seluruh Indonesia dalam kondisi tidak layak. Kondisi ini memerlukan tindakan segera berupa bongkar ratun (pembersihan akar lama untuk penanaman kembali).
“Bapak Presiden meminta kami untuk membantu petani-petani tebu Indonesia. Kami langsung anggarkan Rp1,7 triliun di 2025 dan kita lanjutkan di 2026,” ujar Mentan Amran saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
ID Food dan SGN Segera Merger, Bos Danantara: Holding Gula Nasional Bakal Kuasai 60% Pasar
Saat ini, kebutuhan gula nasional mencapai 6,7 juta ton, yang terdiri dari 2,8 juta ton gula konsumsi dan 3,9 juta ton gula industri. Sementara itu, produksi gula kristal putih domestik baru mencapai sekitar 2,67 juta ton dari luas areal 563 ribu hektare. Amran menilai peningkatan produksi sulit tercapai tanpa menyentuh persoalan mendasar di sektor hulu.
Dari total sekitar 500 ribu hektare lahan tebu nasional, lebih dari 300 ribu hektare di antaranya merupakan tanaman lama yang menjadi penghambat utama produktivitas. Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, pemerintah akan memberikan subsidi untuk program bongkar ratun dengan target 100 ribu hektare per tahun selama tiga tahun ke depan.
“Tidak mungkin produksinya bisa naik jika tetap menggunakan tanaman lama, sehingga petani tidak bisa untung. Langkah pemerintah adalah membantu bongkar ratun melalui subsidi. Targetnya 100 ribu hektare per tahun, insyaallah dalam tiga tahun selesai,” tegasnya.

