Jelang Festival Jamu 2026, Wamen Ekraf Dorong Jamu Jadi ‘Lifestyle’ Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jelang Festival Jamu Nusantara 2026, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar menegaskan pentingnya transformasi jamu sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle) modern. Pemerintah pun ingin jamu tidak hanya dilihat sebagai tradisi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih luas.
Hal ini disampaikan Irene dalam audiensi dengan Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu), acaraki (peracik jamu), dan pelaku industri di Jakarta, Jumat (2/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan festival sebagai platform strategis bagi industri jamu nasional.
Irene Umar mengungkapkan, Festival Jamu Nusantara 2026 dirancang sebagai ajang berskala nasional. Acara ini menggabungkan subsektor kuliner, seni, fesyen, hingga Kesehatan (wellness) dalam satu momentum selama dua hari.
Menurut Wamen Ekraf, pendekatan tersebut penting untuk menarik generasi muda. “Kita ingin jamu tidak hanya dikenal sebagai tradisi, tetapi menjadi bagian dari lifestyle yang membanggakan,” ujar Irene dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Baca Juga
DPR Minta Tindak Tegas Produsen Jamu Nakal Berbahan Kimia Obat
Wamen Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan industri. “Kementerian Ekraf siap mendukung inisiatif yang mampu menghubungkan warisan budaya dengan inovasi,” tambah dia.
Di sisi lain, Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono menjelaskan, festival ini berpotensi menjadi gerakan budaya nasional berkelanjutan. Dukungan pemerintah dapat membuka akses inovasi dan memperluas pasar jamu.
Baca Juga
Lewat Jamu, Kreator Global Yuji Beleza Bakal Angkat Kuliner Indonesia ke Audiens Internasional
“Kami ingin menjadikan festival ini sebagai perayaan tahunan berskala nasional yang mampu mengangkat jamu ke level yang lebih tinggi. Kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor ini,” tegas dia.
Audiensi itu juga menyoroti pentingnya digitalisasi budaya melalui platform Alih Aksara Nusantara. Inisiatif ini akan membuka peluang baru dalam pengembangan desain, branding, dan kampanye berbasis identitas lokal.
Client Solution Manager PT ADX Asia, Bella Belinda mengatakan, pendekatan kreatif dan digital menjadi kunci menjangkau pasar. “Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga platform engagement yang mampu menarik minat generasi muda,” ujar dia.
Festival Jamu Nusantara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Juni 2026 di Jakarta. Pemerintah optimistis ajang ini dapat memperkuat posisi jamu sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus identitas budaya Indonesia di tingkat global.

