Menteri Ara Targetkan Penataan 152 Rumah Kumuh Menteng Rampung 15 Juni 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menargetkan penataan 152 rumah di kawasan kumuh Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat rampung pada 15 Juni 2026.
“Kita ini membangun bersama, enggak mungkin ini bisa terjadi hari ini, tanpa hati dan niat yang sama. Kita juga sudah patok tanggal 15 Juni (2026) akan berkumpul lagi di sini, dengan got-got yang sudah rapi, jalan-jalan tidak berantakan lagi, parkir motor yang ditata, taman yang ditata, WC-nya tidak kotor lagi,” ungkap Ara saat ditemui di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga
Kementerian PKP Kucurkan Rp 7,33 Miliar Benahi Permukiman Kumuh di Parit Baru
Ara menyebut, penataan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah hingga swasta. Program tersebut, lanjutnya, juga merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat seiring dengan Asta Cita program 3 juta rumah.
“Semua ini karya bersama, saya hanya sebagian kecil dari gerakan ini. Saya hanya bisa melakukan ini berkat bapak kepala staf Angkatan Laut, bapak KSP Qodari, ibu kepala Badan Pusat Statistik, bapak gubernur Jakarta dan wali kota, bapak Boy Thohir, bapak Lawrence Barki, Astra (ASII), kemudian juga ladies bankers, kontraktor, Ikatan Arsitek Indonesia dan tim PNM Mekaar,” ujar Ara.
Terkait anggaran yang digelontorkan, Maruarar mengungkap nilainya tidak kurang dari Rp 12,58 miliar. “Pak Boy itu sekitar Rp 2,5–3 miliar. Kemudian, Astra ada 100 rumah (direnovasi) sekitar Rp 8,8 miliar. Kemudian dari perusahaan kami, dari Bu Shinta (istri Menteri PKP), penataan jalan sekitar Rp 780 juta,” beber dia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti sebelumnya menyatakan, kawasan Menteng Tenggulun saat ini masih dikategorikan sebagai wilayah kumuh berdasarkan data citra satelit yang dikombinasikan dengan survei lapangan.
“Jadi kami punya data dari citra satelit dikombinasikan dengan data lapangan yang dibuat oleh BPS. Dan kalau kita lihat di sini ada Menteng, di daerah kita berdiri sekarang ini berwarna merah yang artinya kawasan kumuh. Mudah-mudahan setelah dibenahi warna merah ini menjadi warna hijau,” kata Amalia.
Baca Juga
Astra, Boy Thohir, dan Lawrence Barki Renovasi 80 Rumah di Kawasan Kumuh Menteng
BPS juga berencana melakukan survei khusus sebelum dan sesudah intervensi penataan kawasan guna mengukur dampak ekonomi dan sosial program tersebut.
Lebih lanjut, sektor perbankan BUMN dan non-BUMN melalui "LadiesBankers", PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF beserta PT Permodalan Nasional Madani (Persero) alias PNM ikut terjun untuk membiayai para warga Menteng Tenggulun untuk menggerakkan roda perekonomian di titik-titik UMKM kawasan.

