Harga Pertamax Diisukan Naik Jadi Rp 17.850 Bulan Depan, Pertamina Bilang Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memberi tanggapan soal isu yang beredar di media sosial, yakni harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diisukan bakal mengalami kenaikan signifikan pada 1 April 2026.
Dalam infromasi yang beredar tersebut, harga Pertamax (RON 92) yang pada Maret 2026 ini dibanderol Rp 12.300 diisukan bakal menjadi Rp 17.850 pada 1 April 2026. Selanjutnya harga Pertamax Green (RON 95) diisukan bakal naik menjadi Rp 19.150 dari Rp 12.900, Pertamax Turbo (RON 98) diisukan naik menjadi Rp 19.450 dari Rp 13.1000.
Baca Juga
Bahlil Targetkan RI Stop Impor Bensin, SPBU Swasta Bakal Beli BBM dari Pertamina
Sementara itu, untuk produk gasoil (solar), seperti Pertamina Dex diisukan bakal naik menjadi Rp 23.950 dari Rp 14.500, dan Dexlite diisukan naik menjadi Rp 23.650 dari Rp 14.200.
Menanggapi hal ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, itu bukanlah informasi resmi dari pihak Pertamina.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Roberth saat dihubungi Investortrust, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut, Roberth menekankan bahwa informasi valid harga BBM Pertamina hanya bisa diperoleh melalui saluran resmi www.pertamina.com. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar.
Baca Juga
Tinjau SPBU 'Rest Area' KM 57, Komut Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026
Kabar soal melonjaknya harga BBM yang signifikan ini sejatinya tak lepas dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang menyebabkan Selat Hormuz ditutup. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Terkait kondisi ini, Pertamina menegaskan posisinya dalam mendukung imbauan pemerintah untuk melakukan hemat energi dan menggunakan energi secara bijak. “Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” kata Roberth.

