16 KRL Baru Siap Layani Lintas Bogor hingga Rangkasbitung pada Semester II 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan sebanyak dua rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah tiba di depo dan masih menunggu proses sertifikasi. Total, KCI memesan 16 rangkaian kereta (trainset) KRL buatan dalam negeri yang ditargetkan dapat beroperasi mulai awal semester II 2026.
“Enam itu sudah di depo, nunggu sertifikasi. Tujuh sudah di depo, nunggu sertifikasi. Delapan sedang perjalanan kesini. Nanti sampai 16 (trainset), berarti delapan lagi. Total ada 16 (trainset) yang kita pesan ke INKA,” kata Direktur Utama KCI, M Purnomosidi saat ditemui di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Purnomosidi menargetkan, seluruh rangkaian baru tersebut dapat mulai dioperasikan pada semester II 2026 setelah seluruh unit diterima. “Target kita sih di Juli atau Agustus (2026). Semua sudah ter-deliver ke sini,” ucapnya.
Purnomosidi menjelaskan, KRL baru dengan 12 gerbong (SF-12) tersebut direncanakan melayani lintas Bogor (Red Line) dan Cikarang (Blue Line). Selain itu, KCI juga mempertimbangkan pengoperasian di lintas Rangkasbitung–Tanah Abang atau Green Line.
“Karena ini SF-nya 12, maka yang bisa mungkin itu adalah Bogor dan Cikarang. Rencana kita akan coba geser juga ke greenline (lintas Rangkasbitung),” jelas dia.
Baca Juga
KCI Sebut Stasiun JIS Berada di Antara Ancol – Tanjung Priok
Namun, pengoperasian di Green Line masih terkendala kapasitas pasokan listrik. Menurut Purnomosidi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah memproses penambahan daya listrik aliran atas (LAA) di lintas ini.
“Kan kementerian (perhubungan) masih proses penambahan daya. Sekarang sudah mulai proses penambahan daya untuk lintas Rangkasbitung–Tanah Abang,” tutur dia.
Ia menyebut, uji coba KRL baru sebelumnya menunjukkan daya listrik di lintas Rangkasbitung - Tanah Abang belum mencukupi. “Kemarin sudah kita coba, power-nya nggak kuat. Kemarin ngetrip (jeglek) di Cisauk. Kalau ngetrip di jalan malah ramai nanti, kan keretanya mandek,” ungkap Purnomosidi.
KCI pun mendorong percepatan peningkatan kapasitas listrik pada lintas tersebut agar rangkaian KRL baru dapat segera dioperasikan untuk mendukung pergerakan penumpang menuju Rangkasbitung maupun sebaliknya.
"Makanya ini kita dorong ke pemerintah juga agar segera mempercepat penyelesaian penambahan daya di lintas Rangkasbitung ini," imbuh Purnomosidi.
Sebelumnya, PT KCI menyampaikan 12 trainset baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA pada Juni 2026.
Direktur Utama KCI, M Purnomosidi mengatakan, hingga saat ini perseroan telah menerima dan mengoperasikan empat trainset dari total 16 rangkaian yang dipesan.
“Ada 12 kereta lagi yang akan datang. Paling lama semuanya harus ter-deliver di Juni, semuanya,” kata Purnomosidi dalam konferensi pers di Commuterline Hall, Kantor Pusat KCI, Jakarta, Senin (26/1/2026) lalu.
Baca Juga
Purnomosidi menambahkan, seluruh rangkaian lainnya juga akan menjalani proses pengujian hingga tuntas. Apabila ditemukan gangguan dalam tahapan uji coba, maka proses pengujian akan diulang dari awal. “Jadi ini kita lakukan pengujian lagi untuk 4.000 kilometer kita jalankan, tidak boleh ada satu failed pun yang terjadi. Kalau misalnya ada satu failed, itu diulangi dari nol lagi,” ujar dia.
Terkait pembayaran, Purnomosidi menyebutkan pelunasan pembelian seluruh rangkaian kereta akan diselesaikan pada 2026, seiring dengan pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diperkirakan berlangsung pada akhir tahun.
Adapun total nilai pengadaan 16 trainset tersebut mencapai Rp 9,8 triliun yang bersumber dari PMN dan sisanya berasal dari pinjaman mandiri KAI Commuter.
“Dari PMN itu, Rp 2 triliun sudah dicairkan pada 2024 dan dibayarkan ke INKA. Lalu PMN 2025 sebesar Rp 1,8 triliun akan dibayarkan saat 12 trainset sudah sampai semua di KCI (KAI Commuter). Sisanya Rp 1,5 triliun lagi dari PMN 2026 yang dicairkan di akhir tahun ini,” pungkas Purnomosidi.

