Pendapatan Melonjak 88%, XPeng Semakin Dekat Break-even
JAKARTA, investortrust.id – Produsen kendaraan listrik asal China, XPeng, mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan 87,7% menjadi 76,72 miliar yuan atau sekitar Rp 188,73 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan tajam penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Berdasarkan laporan perusahaan, Selasa (24/3/2026), pengiriman kendaraan XPeng mencapai 429.445 unit atau melonjak 126% dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring itu, pendapatan dari penjualan kendaraan juga naik signifikan sebesar 90,8% menjadi 68,38 miliar yuan.
Namun demikian, harga jual rata-rata kendaraan mengalami penurunan ke kisaran 160.000 yuan, seiring peluncuran model Mona M03 yang lebih terjangkau.
Baca Juga
Xpeng Resmi Produksi Lokal di Indonesia, Luncurkan G6 Pro & X9 CKD di GIIAS 2025
Selain dari penjualan kendaraan, XPeng juga mencatat pertumbuhan kuat dari lini layanan dan pendapatan lainnya yang meningkat 65,6% menjadi 8,34 miliar yuan. Pendapatan ini berasal dari perdagangan sertifikat karbon, penjualan suku cadang, hingga layanan riset dan pengembangan (R&D) untuk mitra, termasuk kolaborasi strategis dengan Volkswagen.
Lini bisnis non-kendaraan ini menjadi penopang utama profitabilitas, dengan margin mencapai 68,2%, jauh lebih tinggi, dibandingkan margin penjualan kendaraan yang sebesar 12,8%. Secara keseluruhan, margin kotor perusahaan tercatat di level 18,9%.
Kerugian Menyusut
Meski belum membukukan laba tahunan, XPeng berhasil memangkas kerugian secara signifikan. Rugi bersih perusahaan turun sekitar 80% menjadi 1,14 miliar yuan dari 5,79 miliar yuan pada 2024.
Baca Juga
Mantap Jadi Perusahaan AI, Produsen EV China XPeng Masuk Bisnis Robotika
Pada kuartal IV-2025, XPeng mencatat laba bersih sebesar 380 juta yuan, yang menjadi profit pertama sejak perusahaan berdiri. Capaian ini menunjukkan posisi perusahaan yang semakin dekat menuju titik impas (break-even).
Manajemen menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil dari model bisnis berbasis teknologi yang menggabungkan pertumbuhan volume dengan efisiensi operasional.
Fokus AI
Ke depan, XPeng akan memperkuat investasi di teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya dalam pengembangan kendaraan otonom. Perusahaan didukung kas sebesar 47,66 miliar yuan hingga akhir 2025.
Baca Juga
Presiden Prabowo Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, BBM Bakal Jadi 'Barang Mewah'?
Fokus utama diarahkan pada pengembangan teknologi “Physical AI”, yaitu integrasi antara software AI dan perangkat fisik seperti kendaraan listrik, robot, hingga konsep mobil terbang.
Melalui strategi ini, XPeng tidak hanya menargetkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik global, tetapi juga ingin memperkuat posisinya dalam ekosistem mobil berbasis AI di masa depan.

