Bahlil Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman di Tengah Dinamika Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan jaminan kepada masyarakat mengenai ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan listrik tetap berada dalam level aman dan terkendali sesuai standar nasional.
Bahlil menjelaskan, meskipun kondisi ekonomi dan geopolitik dunia masih dibayangi ketidakpastian, Indonesia mulai mendapatkan indikasi positif terkait jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.
"Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz. Itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, bisa dilakukan komunikasi. Ini sebuah perkembangan positif," ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).
Perihal kondisi di dalam negeri, menurut Bahlil, Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus memantau pergerakan stok secara harian. Sektor kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga dipastikan tidak mengalami kendala pasokan yang berarti.
Baca Juga
"Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, menyangkut LPG, di akhir bulan ini akan ada yang masuk juga. Jadi, relatif oke. Untuk Hari Raya nggak ada masalah. Ketersediaan batu bara untuk PLN rata-rata di 14-15 hari, itu memang batas minimal standar nasional kita," papar dia.
Menteri ESDM juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Dia menekankan bahwa pemerintah memiliki skema perhitungan sendiri dan berkomitmen menjaga daya beli pasca-Hari Raya.
Mantan Menteri Investasi tersebut mengimbau agar kebijakan negara lain tidak dijadikan sebagai referensi mutlak karena Indonesia memiliki aturan dasar yang berbeda dengan pembagian jenis BBM subsidi dan harga pasar.
Baca Juga
Ini Perintah Prabowo ke Kapolri hingga Bahlil untuk Pastikan Kesiapan Hadapi Lebaran 2026
Bahlil menegaskan, subsidi BBM akan tetap berada dalam kendali pemerintah, setidaknya hingga masa Idulfitri berakhir, sebagai bentuk perhatian besar negara agar beban ekonomi tidak langsung memberatkan masyarakat.
Pemerintah, kata Bahlil, terus berupaya menjaga stabilitas harga selama kondisi harga minyak dunia masih berada dalam koridor asumsi yang dapat dikelola oleh APBN. Pemerintah berkomitmen untuk hadir di tengah tantangan energi yang ada.
"Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan," tegas Bahlil.

