Luncurkan K-GoStore, Kadin Harap Peningkatan Ekonomi Berkat MBG Terlihat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meluncurkan platform digital K-GoStore bekerja sama dengan Parto.id sebagai upaya memperkuat transparansi dan konektivitas rantai pasok dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, Chandra Tirta Wijaya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Chandra berharap, platform ini dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ekosistem MBG, termasuk mendukung operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Menyangkut kerja sama dengan Parto.id, terima kasih kita sudah bisa kerja sama, mudah-mudahan ini salah satu jawaban yang tadi ya. Serangan terhadap dapur SPPG kan memang luar biasa karena yang baik-baiknya pada diam,” ungkapnya, baru-baru ini.
Chandra mengatakan, saat ini program MBG menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk sorotan terhadap operasional dapur SPPG. Ia menilai banyak pihak yang fokus pada kesalahan kecil, sementara upaya besar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sering kali luput dari perhatian.
Menurutnya, hingga Maret 2026 pemerintah telah mengucurkan dana sekitar Rp 44 triliun untuk program MBG sejak awal tahun. Selain itu, sekitar 25 ribu dapur SPPG telah beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia juga mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap dapur yang tidak memenuhi standar operasional. Tercatat sekitar 1.500 dapur sempat dibekukan (suspend) karena berbagai pelanggaran, meski sebagian besar operasional berjalan baik.
Chandra mengakui bahwa kesalahan kecil dapat berdampak pada citra keseluruhan program, sehingga peningkatan kualitas dan transparansi menjadi sangat penting.
Untuk itu, Kadin menggandeng Parto.id menghadirkan platform K-GoStore guna menciptakan sistem transaksi yang lebih terbuka antara penjual dan pembeli dalam ekosistem MBG.
Melalui platform tersebut, diharapkan produk yang dijual dan dibeli dapat lebih terpantau serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kadin juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk bergabung dalam platform ini agar dapat bertemu langsung dengan pembeli dalam ekosistem MBG, sehingga tercipta mekanisme pasar yang lebih sehat dan transparan.
Chandra menambahkan, selama ini banyak pemasok yang sebenarnya telah bekerja dengan baik, namun prosesnya masih berjalan secara tertutup sehingga sulit terlihat oleh publik.
Dalam berbagai diskusi yang digelar Kadin terkait konsep MBGnomics, ia juga menerima banyak masukan mengenai peningkatan aktivitas ekonomi yang muncul dari program MBG.
“Kemarin kami juga dapat, ini kan karena lagi bahas MBGnomics, kami gelar forum group discussion, ada masukan-masukan, contohnya peningkatan dari penjualan-penjualan itu luar biasa,” sambung dia.
Menurutnya, MBGnomics merupakan hasil diskusi berbagai pihak mengenai bagaimana program MBG dapat berjalan dengan baik, diterima masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ia berharap kerja sama antara Kadin dan Parto.id melalui peluncuran K-GoStore dapat membantu memperkuat pengelolaan dapur MBG secara lebih transparan, higienis, dan tepat sasaran.
“Mudah-mudahan kerja sama antara Parto.id dan KADIN, akan lebih bisa menggaungkan bagaimana sebenarnya kita mengurus dapur-dapur ini dengan baik, dengan transparansi, dengan higienis dan juga tepat sasaran,” pungkasnya.

