Jersey Timnas Indonesia dari 'Brand' Spanyol, Serikat Pekerja Soroti Dampaknya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menyayangkan keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menjalin kerja sama dengan produsen apparel olahraga asal Spanyol, Kelme, sebagai mitra resmi penyedia jersey tim nasional sepak bola hingga 2030.
"Bagi kami keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan PSSI terhadap industri nasional, khususnya di tengah kondisi industri tekstil garmen dalam negeri yang sedang menghadapi tekanan serius," ucap Presiden KSPN Ristadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga
Prabowo dan Ratu Maxima Bertukar Cenderamata: Batik Pekalongan hingga Jersey untuk Bobby
Ia menjelaskan bahwa industri tekstil garmen merupakan sektor padat karya yang serap tenaga kerja banyak. Saat ini garmen membutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak. Banyak pabrik menghadapi tantangan akibat penurunan permintaan global, tekanan biaya produksi, serta persaingan produk impor.
Untuk itu, Ristadi menilai, dalam situasi seperti ini, setiap kebijakan, kerja sama, maupun belanja yang dapat melibatkan produksi dalam negeri seharusnya dimaksimalkan untuk menjaga keberlangsungan industri tekstil garmen serta melindungi jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.
"Kami menilai kerja sama PSSI dengan produsen luar negeri justru berpotensi menghilangkan kesempatan bagi industri garmen dalam negeri untuk memperoleh nilai tambah dari momentum besar, seperti penyediaan jersey tim nasional," terangnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas industri tekstil dan garmen yang sangat memadai, baik dari sisi teknologi produksi, kualitas bahan, maupun pengalaman memasok berbagai merek global. Sebut saja produsen jersey lokal andal, seperti Mills, Specs, Duraking dan lain-lain.
"Menurut kami, keputusan tersebut juga menghadirkan ironi tersendiri. Di satu sisi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan tengah mendorong gerakan penggunaan produk dalam negeri untuk memperkuat industri nasional," ungkapnya.
Baca Juga
TC di Surabaya, Timnas U-20 Indonesia Panggil 28 Pemain Masa Depan
Lebih lanjut, KSPN menegaskan bahwa dukungan terhadap industri nasional tidak selalu harus berbentuk kebijakan besar. Terkadang, keputusan sederhana, seperti memilih produsen dalam negeri untuk kebutuhan simbolik bangsa justru memiliki dampak psikologis dan ekonomi sangat besar.
"Jersey tim nasional bukan sekadar pakaian pertandingan, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang seharusnya dapat menjadi panggung bagi kemampuan industri dalam negeri. Kami juga mengingatkan bahwa jiwa nasionalisme timnas tidak hanya diukur dari semangat di lapangan, tetapi juga dari keberpihakan PSSI pada ekosistem ekonomi bangsa sendiri," imbuh Ristadi.

