Kick-Off Caexpo: Indonesia Perluas Pasar Ekspor di Tiongkok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perdagangan RI secara resmi meluncurkan persiapan partisipasi Indonesia dalam ajang The 23rd China-ASEAN Expo (Caexpo) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) 2026. Acara kick-off ini menandai kesiapan Indonesia untuk kembali unjuk gigi dalam pameran perdagangan terbesar antara Tiongkok dan ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 17-21 September 2026 di Nanning International and Exhibition Center (NICEC) , Guangxi, Tiongkok.
Peluncuran bertujuan untuk menggalang sinergi nasional untuk kesuksesan partisipasi Indonesia di Caexpo 2026. Acara dibuka Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hadir pula Wakil Ketua Kadin Indonesia Andi Azhar Cakra Wijaya, Direktur Pengembangan Ekspor Kemendag Miftah Farid, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor unggulan.
Dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PEN, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Caexpo yang tahun lalu melibatkan 3.260 perusahaan dari 60 negara, bukan sekadar pameran rutin, melainkan jembatan strategis untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global, khususnya Tiongkok.
Tercatat pada tahun 2025, total nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok terus menunjukkan dominansi yang kuat dengan nilai menembus angka lebih dari US$ 130 miliar. Komoditas seperti besi baja, batu bara, serta minyak sawit (CPO) masih menjadi pilar utama, namun pemerintah mendorong diversifikasi ke produk manufaktur dan pangan olahan.
"Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama kita. Melalui Caexpo ke-23 ini, kita ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tapi mampu mendominasi pasar regional. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum emas ini guna meningkatkan neraca perdagangan kita," ujar Mendag Budi Santoso.
Melalui Caexpo ke-23 ini, Kemendag ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tapi mampu mendominasi pasar regional.
Senada, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, memaparkan optimisme berdasarkan capaian luar biasa pada tahun sebelumnya. Beliau mengungkapkan bahwa pada gelaran Caexpo -CABIS 2025, delegasi Indonesia yang hadir di Paviliun Indonesia (Hall D), City of Charm dan Paviliun AI, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan naik 400% dibanding tahun 2024.
Selain transaksi langsung dalam ajang internasional yang menyedot 226.000 orang pengunjung, delegasi Indonesia juga berhasil membukukan sejumlah kesepakatan investasi, total mencapai Rp 2,18 triliun. Delegasi Indonesia menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha yang berhasil menembus jaringan buyer internasional.
Tahun 2026 ini, Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis utama dengan fokus produk unggulan dan industri bernilai tambah, promosi investasi dan kawasan industri, penguatan posisi Indonesia dirantai pasok regional, serta kolaborasi teknologi dan AI.
Adapun penyelenggaraan partisipasi Indonesia tahun 2026 ini kembali dipercayakan kepada PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai panitia pelaksana. "Kami merasa terhormat kembali dipercaya sebagai pelaksana untuk Caexpo -CABIS ke-23. Sebagaimana kesuksesan yang kita raih di tahun 2025, tim kami telah menyiapkan strategi promosi dan pengaturan teknis yang lebih matang. Harapan kami, Caexpo 2026 menjadi titik balik bagi lebih banyak UKM dan perusahaan besar Indonesia untuk go international secara masif," tutur Guspiabri Sumowiguno, pimpinan PT PAR.

