Produksi Minyak Limau Field Naik Jadi 5.102 Barel per Hari
Poin Penting
|
PRABUMULIH, Investortrust.id - PEP Limau Field yang berada di bawah PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mencatat lonjakan produksi minyak dalam satu bulan terakhir. Pada Kamis (27/2/2026), lapangan tersebut membukukan produksi 5.102 barel minyak per hari atau barrel oil per day (BOPD), naik signifikan dibandingkan Kamis (16/1/2026) yang tercatat 3.658 BOPD. Kenaikan ini memperkuat kontribusi PEP Zona 4 terhadap peningkatan produksi minyak nasional pada awal 2026 serta mendukung upaya penguatan ketahanan energi Indonesia.
PT Pertamina EP, anak usaha hulu minyak dan gas milik negara di bawah Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) menyebut capaian tersebut merupakan hasil konsistensi upaya peningkatan produksi yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah operasi zona 4.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan peningkatan produksi di Limau Field menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Baca Juga
“Peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PEP Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Tentunya catatan baik ini mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” kata Djudjuwanto dikutip Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan peningkatan produksi tersebut tetap diiringi komitmen perusahaan untuk mengutamakan aspek keselamatan kerja. PEP Zona 4 menerapkan standar manajemen health, safety, security, and environment (HSSE) yang ketat serta memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan di wilayah operasi.
“Kami juga mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan pemerintah daerah sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar dan kondusif,” ujar Djudjuwanto.
Peningkatan produksi dalam sebulan terakhir terutama ditopang optimalisasi beberapa sumur yang berada di wilayah kerja Limau Field. Upaya tersebut mencakup kegiatan pengeboran sumur baru serta pekerjaan intervensi sumur untuk meningkatkan performa produksi.
Senior Manager Subsurface Development & Planning Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Reza Nur Ardianto menjelaskan kenaikan produksi tersebut berasal dari pekerjaan di tiga sumur utama. Salah satu kontributor penting adalah penemuan sumur TMB-026 di Struktur Tanjung Miring Barat.
Pengeboran sumur TMB-026 dimulai pada Rabu (22/1/2026). Pada uji alir awal yang dilakukan Minggu (16/2/2026), sumur tersebut menunjukkan kapasitas produksi minyak sebesar 554 BOPD. Temuan ini menjadi tambahan produksi baru yang membantu mendorong kinerja Limau Field dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, peningkatan produksi juga datang dari kegiatan well intervention atau intervensi sumur di sumur BEL-053 yang berada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan upaya teknis untuk memulihkan atau meningkatkan kinerja sumur yang telah berproduksi.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Cadangan Energi Lewat Sistem Digital Terintegrasi
Reza mengatakan intervensi sumur BEL-053 dilakukan selama 13 hari, yakni Sabtu (8/2/2026) hingga Jumat (21/2/2026). Setelah pekerjaan tersebut selesai, kapasitas produksi sumur meningkat hingga mencapai 650 BOPD.
Menurutnya, kombinasi antara pengeboran sumur baru dan optimalisasi sumur eksisting menjadi strategi utama untuk menjaga tren kenaikan produksi di wilayah kerja PEP Zona 4. Upaya ini juga diharapkan terus memperkuat kontribusi lapangan-lapangan di Sumatera Selatan terhadap target produksi migas nasional pada 2026.

