Kadin dan Danantara Jajaki Kolaborasi dengan Georgetown University di Washington DC
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, Investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) bersama BPI Danantara melakukan kunjungan ke Georgetown University di Washington DC, Amerika Serikat, menjelang penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk menjalin kolaborasi strategis dengan Georgetown School of Foreign Service dan McDonough School of Business yang berada di kampus tersebut.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan secara konkret dampak perjanjian dagang timbal balik terhadap dunia usaha Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga strategis untuk mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia agar semakin berkiprah di tingkat global.
“Tadi bersama Bu Shinta dan Pak Anin, kita ketemu dengan Georgetown School of Foreign Service dan McDonough Business School. Luar biasa, kolaborasi yang akan kita lakukan baik di Danantara, dan apalagi dengan Kadin GEO, untuk kerja sama, untuk membawa Indonesia Inc menjadi global,” ujar Pandu.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami apa yang terjadi setelah penandatanganan Free Trade Agreement dan bagaimana dampak positifnya bagi pengusaha Indonesia. “Salah satunya menerjemahkan apa sih yang terjadi dengan Free Trade Agreement ini, dan apa impact positifnya buat para pengusaha di Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Kadin Gandeng US-ASEAN Business Council, Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi ke AS
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa pertemuan dengan pimpinan Georgetown School of Foreign Service menjadi momen penting, mengingat institusi tersebut dikenal luas sebagai tempat lahirnya banyak tokoh dan ikon diplomasi dunia.
“Saya juga tadi dengan Pak Pandu dan Bu Shinta ketemu dengan Dean daripada School of Foreign Service, yang sangat terkenal, melahirkan banyak ikon-ikon diplomat,” kata Anindya.
Ia menekankan bahwa fokus utama Kadin dalam kunjungan ini adalah mendorong peran Kadin Global Engagement Office (GEO) sebagai penghubung internasional untuk membangun perusahaan Indonesia berkelas dunia. Menurut Anindya, kerja sama dengan institusi akademik global dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk korporasi nasional yang mampu bersaing di level Fortune 500.
“Yang menarik tadi adalah saya dan Bu Shinta memperjuangkan bagaimana Kadin Global Engagement Office atau GEO itu bisa bekerja sama untuk melahirkan Fortune 500 perusahaan ke depannya,” ujarnya.
Anindya juga menilai bahwa penandatanganan ART antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka peluang besar untuk memaksimalkan perdagangan dan investasi. Ia berharap perjanjian tersebut tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar mendorong realisasi investasi dan aktivitas dagang yang berdampak langsung bagi perekonomian nasional.
“Dengan adanya kita menandatangani ART, ini bisa menjadi suatu hal bagaimana memaksimalkan supaya perdagangan dan investasi bisa benar-benar kejadian di Indonesia, dan membawa kesejahteraan untuk tenaga kerja, pertumbuhan, dan lain-lain,” kata Anindya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menilai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat saat ini memasuki fase yang sangat penting. Ia menegaskan bahwa pascapenandatanganan ART, tantangan terbesar adalah memastikan manfaat perjanjian tersebut benar-benar dirasakan oleh pelaku industri dalam negeri.
“Hubungan US–Indonesia memasuki fase yang sangat penting. Post penandatanganan ART nanti tentunya kita mau bisa mengambil manfaat, dan ini juga perlu kita sosialisasikan ke banyak industri di Indonesia,” ujar Shinta.
Menurutnya, penguatan kerja sama bilateral juga harus diarahkan pada integrasi Indonesia dalam rantai pasok global. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan setelah kunjungan ini, termasuk memanfaatkan peran Georgetown sebagai mitra pengetahuan bagi Kadin GEO.
“Bagaimana kita juga bisa memanfaatkan ini sebagai bagian dari global supply chain Indonesia. Jadi banyak sekali PR dari post kunjungan ini, dan Georgetown juga bisa menjadi knowledge partner dari Kadin GEO untuk mendukung pengembangan ekonomi Indonesia–Amerika,” pungkas Shinta.

