Es Krim Lokal Halocoko Terapkan Strategi Integrasi Pertumbuhan Bisnis dan Sosial
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Halocoko, brand es krim cokelat lokal menerapkan strategi integrasi antara pertumbuhan bisnis dan inisiatif sosial. Hal itu mengantarkan Halocoko meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) atas Program Pembagian Es Krim Secara Seri Terbanyak dalam Satu Tahun di Indonesia.
"Sepanjang 2025, lebih dari 1,1 juta es krim didistribusikan kepada anak-anak melalui tiga program nasional yang dijalankan secara konsisten dan terstruktur," kata Senior Brand Manager Halocoko, Viona dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Selain mendistribusikan lebih dari 1,1 juta es krim cokelat, rangkaian inisiatif ini mencatatkan total dampak yang menjangkau lebih dari 2,5 juta masyarakat. Skala implementasi tersebut mencerminkan kapasitas operasional yang solid, konsistensi eksekusi lintas wilayah, serta efektivitas pendekatan distribusi yang terintegrasi dengan jaringan mitra di tingkat lokal.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Dapat Restu Lepas Bisnis Es Krim Rp 7 Triliun
Sepanjang 2025, Halocoko menjangkau lebih 50 wilayah di Indonesia dan merealisasikan lebih 16.000 kegiatan melalui program Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri, Berkah Ramadan di Setiap Sudut Negeri, dan Dari Sekolah untuk Senyuman Anak Indonesia.
Sementara penganugerahan rekor Muri dilaksanakan di SMPN 256 Jakarta pada Kamis (12/2/2026), bertepatan dengan kegiatan Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri. Pengakuan dari Muri menegaskan posisi Halocoko sebagai brand es krim cokelat di Indonesia sekaligus memperkuat model pertumbuhan perusahaan yang mengedepankan dampak sosial sebagai bagian strategi bisnis jangka panjang.
Memasuki 2026, Halocoko berkomitmen memperluas jangkauan program berbagi ke lebih banyak kota di Indonesia serta meningkatkan intensitas kegiatan di berbagai wilayah.
Viona mengatakan, ekspansi ini dirancang sebagai bagian roadmap pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, dengan fokus peningkatan dampak sosial, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, serta pengokohan posisi Halocoko di industri es krim nasional. "Ke depan, kami akan memperkuat tata kelola program agar lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan,” jelas Viona.
Baca Juga
Yili Indonesia Dairy Ekspor 1.000 Ton Es Krim Joyday per Tahun ke 16 Negara
Sementara Wakil Wali Kota Kota Jakarta Timur Kusmanto menyampaikan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan institusi pendidikan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Ini bukan soal membagikan es krim atau pun berapa banyak es krim yang dibagikan, tetapi memberikan kontribusi nyata dan dampak kepada masyarakat luas khususnya anak-anak,” ujarnya.

