APINDO Minta Pemerintah Jaga Industri Padat Karya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan industri padat karya sebagai sumber utama penciptaan lapangan kerja formal. Hal ini disampaikan usai acara Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Shinta, kontribusi manufaktur terhadap PDB terus mengalami penurunan. Saat ini porsinya berada di kisaran 19%, dari sebelumnya sempat menyentuh 23%.
“Ya mungkin memang industri padat karya ini kan menjadi satu bagian dimana penciptaan lapangan pekerjaan formal terjadi. Nah ini mungkin kita harus bagaimana terus mendukung industri padat karya ini bisa terus berkembang. Memang kalau kita lihat kontribusi manufaktur ke PDB ini kan menurun ya," imbuhnya.
Baca Juga
Dialog dengan Apindo di Hambalang, Prabowo Terima Masukan dari para Pengusaha
Ia menegaskan penurunan kontribusi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Industri manufaktur, kata dia, tetap menjadi tulang punggung penciptaan kerja formal di Indonesia.
“Jadi saat ini hanya di 19% mungkin tahun yang lalu sempat sampai dulu di puncaknya 23%. Jadi ini mungkin yang harus kita jaga gitu. Karena gimana pun juga merekalah yang menyiapkan pekerja-pekerja formal,” beber Shinta.
Baca Juga
Prabowo Terima Audiensi Apindo, Perkuat Kolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
APINDO pun menyatakan mendukung agenda hilirisasi yang tengah didorong pemerintah. Namun, penguatan sektor hulu juga dinilai penting mengingat 70% bahan baku dan bahan penolong industri nasional masih bergantung pada impor.
“Jadi dalam satu sisi industri realisasi juga harus jalan. Dan ini kita selalu mengatakan kita mendukung sekali upaya pemerintah untuk hirilisasi. Tapi kita juga perlu mendukung untuk upstream-nya," tutupnya.

