VinFast Limo Green Debut di IIMS 2026, Genjot Segmen 'Fleet' dan Konsumen Pribadi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - VinFast Indonesia resmi meluncurkan Limo Green 7 Seater di Indonesia International Motor Show 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). MPV listrik ini menyasar segmen komersial sekaligus konsumen ritel.
CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan peluncuran ini memperkuat posisi VinFast di segmen kendaraan listrik fungsional. “Dengan diluncurkannya Limo Green, kami makin memperkuat posisi khususnya di segmen komersial seperti ride hailing,” ujarnya.
Menurut Kerry, demikian sapaan akrab Kariyanto Hardjosoemarto, Limo Green tidak dibatasi hanya untuk pelanggan fleet atau B2B. “Pada dasarnya siapa pun bisa membeli kendaraan ini, harganya terbuka untuk semua,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui potensi terbesar tetap datang dari sektor komersial. Limo Green dinilai cocok digunakan untuk ride hailing, kendaraan dinas, hingga kebutuhan operasional perusahaan.
Limo Green dengan konfigurasi tujuh penumpang ini dibanderol dengan harga Rp 319 juta (on the road Jakarta). Namun untuk 2.000 pembeli pertama akan mendapatkan harga spesial menjadi Rp 299 juta.
Baca Juga
Ekonom Nilai VinFast Sukses Tinggalkan Citra Manufaktur Murah, Kenapa?
Akan dibuat di pabrik Subang
Produksi Limo Green juga akan dilakukan di pabrik VinFast Subang, Jawa Barat. Model ini menjadi salah satu kendaraan awal yang dirakit secara SMD di fasilitas tersebut.
“Kami berharap berapa pun yang diproduksi di Subang bisa diserap oleh pasar,” harap Kerry. Merek asal Vietnam itu mengaku masih memetakan permintaan karena MPV listrik 7 penumpang tergolong segmen baru.
Lebih lanjut, Kerry menyebut bahwa pabrik VinFast di Subang akan dijadwalkan memulai uji coba produksi (trial production) setelah Lebaran nanti. Produksi massal ditargetkan berjalan pada akhir semester kedua tahun ini atau awal tahun depan.
Pada tahap awal, VinFast akan memproduksi dua model di Subang, yakni VF3 dan Limo Green. "Kapasitas terpasang pabrik mencapai 50.000 unit per tahun dan akan disesuaikan dengan permintaan pasar," tutup Kerry.

