Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Slovakia, Kadin Dorong Aktivasi dan Monetisasi Perjanjian IEU-CEPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyambut hangat kunjungan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovakia Juraj Blanár, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan strategis tersebut, Anindya menekankan pentingnya langkah konkret untuk mengimplementasikan kerja sama ekonomi, terutama pasca penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Anindya adalah mengenai perkembangan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Uni Eropa. Ia menyoroti keberhasilan pemerintah dan Presiden dalam merampungkan kesepakatan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
"Saya telah melihat apa yang dilakukan pemerintah dan juga Presiden terkait Uni Eropa, dan kita telah menandatangani CEPA tahun lalu. Saya menyaksikan penandatanganan tersebut di Brussels bersama pemerintah. Dan sekarang adalah waktunya untuk mengaktifkan dan memonetisasi apa yang telah ditandatangani," tegas Anindya.
Baca Juga
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyepakati secara politis IEU-CEPA di Brussels pada Juli 2025, menandai akhir dari hampir satu dekade negosiasi. Perjanjian ini bertujuan meningkatkan perdagangan, menargetkan tarif 0% untuk 80% ekspor, dan meningkatkan komoditas seperti kelapa sawit, tekstil, serta kendaraan listrik.
Meskipun saat ini masih dalam proses menunggu ratifikasi, Anindya optimistis bahwa perjanjian ini akan segera terlaksana sepenuhnya.
"Tadi kita banyak berbicara tentang berbagai hal, namun dengan adanya ketidakpastian geopolitik ini, kita memang perlu memikirkan konfigurasi ulang rantai pasok," tutur Anindya.
Baca Juga
Anindya menilai Republik Slovakia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra bagi Indonesia. Dengan kapabilitas industri dan reputasi yang baik, Slovakia dipandang dapat menjadi "gerbang" bagi pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke pasar Uni Eropa secara lebih efektif.
"Kita baru saja melakukan diskusi bilateral yang sangat baik, dan kami mempelajari bahwa Republik Slovakia dapat menjadi gerbang kami menuju Uni Eropa. Karena kami percaya Republik Slovakia memiliki kapabilitas, integritas, reputasi, dan juga kecocokan (chemistry) yang dapat dijalin antara kedua negara," ungkap Anindya.
Lebih lanjut, pertemuan ini juga menyentuh beberapa sektor prioritas kerja sama, di antaranya adalah ketahanan pangan dan industrialisasi, energi bersih, keamanan siber dan sumber daya manusia (SDM).
"Slovakia memiliki teknologi hebat baik untuk keamanan siber, maupun TI secara umum untuk meningkatkan sektor publik kami. Namun kami butuh banyak insinyur, sebagaimana Bapak Menteri telah mendengar dari Menteri Luar Negeri kami, banyak dokter, karena kami memiliki populasi yang besar," ucap Anindya.
Di sisi lain, kehadiran delegasi bisnis Slovakia dan penandatanganan nota kesepahaman antara Kadin Indonesia dengan badan investasi Slovakia, SARIO, diharapkan menjadi katalisator nyata. Menurut Anindya, di tengah ketidakpastian geopolitik global, kerja sama bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah keharusan.
"Dan saya rasa apa yang kita bicarakan di sini bukan hanya narasi besar tingkat tinggi, melainkan kita memikirkan bagaimana kita dapat fokus pada eksekusi. Saya berharap forum ini produktif bagi Anda semua. Sekali lagi, kita telah melakukan beberapa agenda di pagi hari. Semoga menghasilkan kemitraan nyata, investasi nyata, dan hubungan ekonomi Indonesia-Slovakia yang lebih kuat," pungkas Anindya.

