2024, BRI Targetkan Penyaluran KPR FLPP untuk 20.000 Unit
Jakarta, investortrust.id – Permintaan kepemilikan properti dalam bentuk rumah atau tempat tinggal lain semakin tinggi, tak terkecuali di kalangan generasi muda. Melihat kondisi ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menyediakan fasilitas pembiayaan bagi nasabahnya berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, BRI berkomitmen menyalurkan KPR FLPP sebanyak 20.000 unit sepanjang 2024. Hal ini berdasarkan tren permintaan dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terus meningkat terhadap rumah subsidi lewat aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SIKASEP) milik Kementerian PUPR.
Baca Juga
Digulirkan Dana FLPP Rp111,46 triliun Sejak 2010, Biayai 1,2 Juta Unit Rumah
“Melihat dari potensi aplikasi SIKASEP terkait pemintaan dari MBR atas rumah Subsidi FLPP, masih terdapat sebanyak lebih dari 18.000 unit yang dapat dilakukan proses kredit. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa permintaan rumah subsidi masih tinggi walaupun terjadi kenaikan harga rumah KPR subsidi,” ungkap Handayani.
Kendati demikian, Handayani menyadari tantangan besar di depan mata seiring dengan melimpahnya penawaran (over supply) rumah subsidi yang dibangun dan dijual oleh pengembang. Oleh sebab itu, BRI akan terus berupaya melayani proses kredit secara cepat dan prudent, serta memperhatikan kualitas rumah agar dapat memberikan manfaat dan kepuasan kepada MBR.
Sejauh ini BRI menyalurkan KPR Subsidi di rumah tapak. Namun, BRI tetap melayani penyaluran untuk rumah susun dengan lebih selektif dan cermat dalam melakukan analisis kredit. “Adapun kualitas kredit kategori NPL KPR subsidi Bank BRI masih terjaga dalam kondisi sehat dengan angka NPL masih di bawah 1%,” jelas Handayani.
KPR Sejahtera FLPP ditujukan bagi kelompok MBR dengan total penghasilan keluarga, suami dan istri maksimal Rp 8 juta per bulan. Program ini khusus untuk kepemilikan rumah pertama atau belum memiliki rumah sebelumnya, belum pernah menerima subsidi perumahan, wajib dihuni dan tidak boleh dijual atau disewakan, serta dikontrakkan selama 5 tahun pertama.
Dengan konsep hybrid bank, BRI masih melayani KPR melalui kantor-kantor cabang yang tersebar di Indonesia. Di sisi lain, pengajuan KPR BRI juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BRISPOT, sehingga calon nasabah tidak perlu datang langsung ke kantor cabang.
Aplikasi BRISPOT terbukti memudahkan konsumen dalam mengajukan pinjaman KPR secara daring kapan dan di mana saja. Calon nasabah pun dapat melakukan tracking atau memantau progress pengajuan KPR tersebut secara real time online.
Adapun Dokumen Persyaratan KPR FLPP Dokumen yang harus disiapkan antara lain:
- Form aplikasi kredit dilengkapi dengan pasfoto terbaru pemohon dan pasangan
- Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Surat Nikah/Cerai
- Slip Gaji Terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan, fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Tetap atau Surat Keterangan Kerja (bagi pemohon pegawai)
- Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP,) dan Surat Keterangan Domisili serta Laporan Keuangan 3 bulan terakhir (bagi pemohon wiraswasta)
- Fotokopi izin praktek (bagi pemohon profesional)
- Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Fotokopi rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir
- Surat pernyataan belum memiliki rumah dari pemohon dan pasangan
- Surat pernyataan belum pernah menerima subsidi untuk pemilikan rumah dari pemerintah yang dibuat pemohon dan pasangan.

