Mantap Jadi Perusahaan AI, Produsen EV China XPeng Masuk Bisnis Robotika
Poin Penting
|
GUANGZHOU, investortrust.id - Produsen mobil listrik asal China, XPeng, menegaskan transformasi bisnisnya menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini sejalan dengan rencana uji jalan robotaxi dan produksi massal robot humanoid.
Dikutip dari Reuters, Jumat (9/1/2026), Founder dan CEO XPeng He Xiaopeng mengatakan, robot dan otomotif merupakan inti pengembangan AI fisik lantaran saling berbagi teknologi sensor dan perangkat keras yang sama. Menurutnya, integrasi kemampuan AI akan menjadi pembeda utama di tengah ketatnya persaingan industri kendaraan listrik.
“XPeng tidak ingin hanya menjadi perusahaan mobil yang menjual perangkat keras murah. Kami ingin menjadi perusahaan teknologi global dengan diferensiasi yang kuat,” kata He Xiaopeng di Guangzhou.
Baca Juga
Xpeng Resmi Produksi Lokal di Indonesia, Luncurkan G6 Pro & X9 CKD di GIIAS 2025
Strategi tersebut diperkuat dengan pengembangan cip AI internal XPeng bernama Turing, yang dirancang untuk mendukung sistem mengemudi otonom dan robot humanoid. He menilai penguasaan AI secara end-to-end akan memberi keunggulan kompetitif jangka panjang.
Reposisi XPeng sejalan dengan tren global, termasuk langkah Tesla yang mengembangkan robot humanoid dan layanan robotaxi. Di China, minat terhadap AI fisik kian menguat, seiring perusahaan teknologi dan otomotif berlomba memperluas bisnis ke sektor robotika.
XPeng juga memperkenalkan empat model kendaraan terbaru dengan fitur perangkat lunak canggih, termasuk navigasi 3D, sistem peringatan bahaya di luar jarak pandang, serta peningkatan kemampuan mengemudi otonom. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem AI perusahaan.
Perusahaan menargetkan produksi massal robot humanoid pada paruh kedua 2026 dan memulai uji jalan robotaxi dalam waktu dekat. XPeng juga terus merekrut talenta dan meningkatkan investasi untuk pengembangan teknologi otonom berbasis AI internal.
Baca Juga
Rakit Mobil di Purwakarta, XPENG Targetkan Pusat Ekosistem Kendaraan Listrik
Hindari rugi
Transformasi ini dilakukan di tengah tekanan industri otomotif China yang dilanda perang harga berkepanjangan dan menekan profitabilitas. XPeng mencatat rugi bersih 380 juta yuan pada kuartal ketiga dan menargetkan titik impas pada akhir 2025.
Dengan fokus pada AI dan robotika, XPeng berharap dapat keluar dari persaingan harga kendaraan listrik dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Strategi ini sekaligus menegaskan ambisi XPeng menjadi pemain teknologi global, bukan sekadar produsen mobil listrik.

