Didukung Bappenas, PT Kandangan Madiun PSN Matangkan Hilirisasi Susu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Perkebunan Kandangan Madiun Proyek Strategis Nasional (PSN) terus mematangkan persiapan realisasi hilirisasi susu nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan menggelar pertemuan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.
Dalam pertemuan secara daring tersebut, Bappenas berkomitmen mendukung pengembangan hilirisasi susu sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan produksi susu nasional demi memenuhi konsumsi gizi masyarakat.
Direktur PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN, Roberto Hendrikson menjelaskan, dalam pertemuan daring dengan Bappenas, dibahas kebutuhan dukungan usulan PSN dalam program peningkatan produksi susu.
Baca Juga
Pasokan Susu dan Ayam untuk MBG 2026 Diperluas, Pemerintah Kejar Produksi Dalam Negeri
"Saya menyampaikan beberapa hal tentang kesiapan dukungan PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN terhadap program peningkatan produksi susu. Di antaranya kesanggupan penyediaan susu yang diproduksi dari sapi perah unggulan jenis F1 yang kami impor dari Amerika Serikat," ujar Roberto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).
Lebih lanjut, Roberto mengungkapkan, dalam pelaksanannya, kawasan Madiun disiapkan menjadi pusat produksi susu berbasis sapi perah unggulan jenis F1 yang dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kawasan tersebut dirancang sebagai model peternakan sapi perah modern terbesar di Indonesia. “Pengembangan dilakukan mulai dari budidaya sapi perah hingga pengolahan susu dalam satu kawasan terpadu,” kata Roberto.
Pada tahap awal, perusahaan akan mengimpor sapi perah F1 dari Amerika Serikat. Sapi jenis ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dengan produksi susu mencapai 45–55 liter per sekali perah, jauh di atas rata-rata sapi lokal yang hanya sekitar 18 liter.
Dengan masa laktasi sekitar 280–300 hari, Roberto menilai sapi F1 mampu menopang kebutuhan susu berskala besar dan berkelanjutan, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan pasokan susu stabil.
Roberto mengakui tantangan utama pada sisi hulu adalah ketersediaan pakan berkualitas, terutama jagung dan hijauan. Untuk itu, perusahaan menyiapkan skema kemitraan dengan petani lokal guna menjamin suplai pakan. “Kami ingin petani lokal terlibat langsung. Mereka memasok jagung untuk pakan sapi. Peternakan berjalan, pertanian juga ikut berkembang,” ujarnya.
Saat ini, sebagian besar kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor, sehingga industri pengolahan susu dalam negeri belum berkembang optimal. Melalui proyek strategis nasional (PSN) ini, PT Perkebunan Kandangan Madiun menargetkan hilirisasi penuh, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi susu dalam satu kawasan.
“Selama ini susu diimpor dulu baru diolah di Indonesia. Dengan model ini, seluruh proses dilakukan di dalam negeri dan langsung disalurkan untuk MBG maupun pasar bebas,” tegas Roberto.
Perusahaan menargetkan kepemilikan 20.000 ekor sapi perah F1 pada 2026. Pengiriman dilakukan secara bertahap, masing-masing sebanyak 5.000 ekor. Seluruh fasilitas peternakan dirancang mengikuti standar internasional, termasuk pengaturan sirkulasi udara, suhu ideal, serta ketersediaan air bersih.
Baca Juga
Pasokan Susu dan Ayam untuk MBG 2026 Diperluas, Pemerintah Kejar Produksi Dalam Negeri
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, Jawa Timur memproduksi susu segar sebesar 468.712 ton per tahun atau berkontribusi sekitar 58 persen terhadap total produksi nasional yang mencapai 808.352 ton per tahun.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, potensi ekspor susu dan olahannya juga terbuka, khususnya produk keju berbahan susu organik untuk pasar Eropa. Dengan dukungan Bappenas serta keterlibatan sektor hulu dan hilir, PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN diharapkan menjadi salah satu motor penggerak utama hilirisasi susu nasional berbasis di Jawa Timur.

