Kantongi Preferensi Tarif 90,5% di EAEU FTA, RI Bidik Lonjakan Ekspor Manufaktur dan Pertanian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia resmi menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) di St. Petersburg, Rusia. Perjanjian itu terdiri atas 15 bab yang mencakup, antara lain, pembukaan akses pasar barang, fasilitasi perdagangan, serta kerja sama ekonomi.
Uni Ekonomi Eurasia memberikan komitmen preferensi tarif kepada Indonesia sebesar 90,5% dari total pos tarif, atau mencakup 95,1% dari total nilai impor kawasan tersebut dari Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengatakan, dengan preferensi tarif itu, maka produk unggulan Indonesia akan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan kompetitif.
"Hal ini mendorong peningkatan ekspor sawit dan turunannya, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, produk perikanan, karet alam, furnitur, serta produk manufaktur seperti elektronik. Preferensi dan berbagai kemudahan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk merebut pangsa pasar dari negara pesaing,” ucap Mendag dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12/2025).
Mendag mengatakan, Indonesia–EAEU FTA menghadirkan berbagai peluang bisnis. Untuk itu, ia mendorong para eksportir Indonesia agar segera memanfaatkan berbagai fasilitas dalam perjanjian tersebut. Ia menilai, persetujuan ini akan memberikan kepastian kerangka hukum dan transparansi bagi dunia usaha.
"Sehingga iklim perdagangan menjadi lebih dapat diprediksi dan kondusif. Selain itu, Pemerintah Indonesia akan memastikan implementasi persetujuan ini berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada dunia usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkap Mendag Budi.
Baca Juga
Indonesia Siap Teken I-EAEU FTA, Peluang Pasar ke Rusia Cs Makin Besar
Menurut Mendag, semakin terbuka lebarnya pasar Uni Ekonomi Eurasia juga akan menjadi daya tarik bagi pelaku usaha di kawasan tersebut. Para importir di kawasan ini akan semakin mudah memasukkan produk-produk Indonesia ke pasar Uni Ekonomi Eurasia, bahkan berpotensi menyentuh pasar wilayah sekitarnya, seperti negara-negara di Asia Tengah.
Mendag Budi juga menekankan, Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia sepakat memandang kerja sama ekonomi sebagai pilar penting dengan mendorong kolaborasi di berbagai bidang strategis.
Bidang-bidang ini, antara lain, pertanian, industri, energi, transportasi, logistik, ekonomi digital, serta pengembangan rantai nilai yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Komisi Uni Ekonomi Eurasia Bakytzhan Sagintayev mengungkapkan, pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis terkait mencakup sektor perdagangan, logistik, serta berbagai bidang yang mendukung penguatan kerja sama ekonomi antara kedua pihak.
“Hari ini kami menandatangani dokumen penting, yaitu FTA antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kami berharap, setelah perjanjian ini mulai diimplementasikan, perdagangan antara negara-negara kami dapat meningkat hingga dua kali lipat,” imbuh Sagintayev.

