Pemerintah Bakal Impor 3 Juta Ton Beras, Pengamat Beri Peringatan Ini
JAKARTA, Investortrust.id - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori memperingatkan pemerintah bahwa rencana impor beras 3 juta ton dari India dan Thailand harus diperhitungkan secara cermat agar tidak merugikan para petani di dalam negeri.
Jika tidak diperhitungkan secara cermat, menurut Khudori, beras impor akan tiba saat para petani di dalam negeri melangsungkan panen raya. Hal tersebut bisa merugikan para petani domestik.
"Yang penting kuota impor itu dihitung cermat berapa kebutuhannya dan kapan datangnya. Jangan sampai malah jadi mudarat karena datang saat panen raya," ucap Khudori kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
BPS Proyeksikan Produksi Beras 2023 untuk Konsumsi Turun 2,05%
Khudori menjelaskan, masa panen raya mengalami kemunduran akibat perubahan iklim secara ekstrem karena El Nino. Alhasil, masa panceklik akan berlangsung lebih lama.
"Semula saya perkirakan Desember ini sudah tanam serentak karena hujan sudah merata. Tapi meleset, sebagian besar wilayah Jawa sepertinya baru tanam pada awal Januari," tutur dia.
Presiden Jokowi sebelumnya mengungkapkan, pemerintah akan mengimpor beras sebanyak 1 juta ton dari India, dan 2 juta ton dari Thailand untuk mengamankan stok pangan pada 2024 akibat penurunan produksi.
Baca Juga
Sambut Pemilu kok Bulog Impor Beras 500 Ribu Ton? Ini Penjelasannya!
"Alhamdulillah Bulog sudah tanda tangan 1 juta ton dari India. Saat KTT Asean-Jepang di Tokyo, saya juga menyampaikan Indonesia butuh 2 juta ton beras," kata Jokowi dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 yang digelar Kemenko Perekonomian di Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Menurut Presiden, Perdana Menteri Thailand menyatakan siap mengirimkan 2 juta ton beras ke Indonesia.

