Peresmian RDMP Balikpapan Ditunda Pekan Ini, Bahlil Beri Penjelasan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan menunda peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Semula, peresmian kilang miliki PT Pertamina (Persero) itu direncanakan berlangsung pekan ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, rencananya peresmian megaproyek tersebut bakal dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Namun, karena jadwal yang padat, belum ditemukan waktu yang cocok bagi Presiden Prabowo melakukan peresmian kilang ini.
Baca Juga
Bahlil: Kilang RDMP Balikpapan Pertamina Bikin RI Stop Impor Solar, meski Belum Mandatori B50
“RDMP di Balikpapan pada prinsipnya semuanya sudah siap, tetapi kita harus menyesuaikan jadwal bapak presiden. Kita ingin presiden yang akan meresmikan. Jadi kita tunggu itu saja,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Bahlil menegaskan, diundurnya peresmian RDMP Balikpapan bukan karena kendala besar. Dia memastikan akan mengupayakan agar peresmian bisa dilakukan sebelum pergantian tahun.
“Persoalannya cuma teknis bukan persoalan lain-lain. Kita tunggu saja dan insyallah bulan-bulan ini kita usahakan bisa selesai,” ujar mantan Menteri Investasi tersebut.
Sebelum ini, Bahlil menyampaikan bahwa dengan beroperasinya RDMP Balikpapan akan menambah kurang lebih sekitar 100.000 lebih barrel oil per day (BOPD) untuk solar. Dengan demikian, meski Indonesia belum menerapkan mandatori B50, negara tidak lagi kekurangan solar.
Baca Juga
Prabowo Resmikan RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Pekan Depan
“Maka kita bisa umumkan sekali pun belum kita dorong ke B50, itu kita sudah surplus untuk solar. Jadi mulai tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar, karena antara konsumsi dan produksi (solar) kita sudah cukup,” kata Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

