Proyek Tanggul Ciliwung Dipacu, Kementerian PU Pastikan Tak Tunggu Lahan Tuntas
Pembebasan Lahan Sempadan Kali Ciliwung Ditarget Selesai 2028
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane menyampaikan, pembebasan lahan sempadan Kali Ciliwung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta ditargetkan rampung pada 2028. Proses tersebut menjadi tahapan penting sebelum seluruh tanggul pengendali banjir di sepanjang sungai Ciliwung bisa diselesaikan.
Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung menyatakan, pembebasan lahan selama ini kerap menjadi tantangan utama dalam percepatan pembangunan tanggul. Namun, ia menyebut perkembangan terbaru menunjukkan adanya kemajuan.
“Kadang-kadang kita njelimet di pembebasan lahannya, tapi syukur alhamdulillah sudah ada titik terang. Tahun ini Pemerintah DKI (Pemprov Jakarta) kurang lebih Rp 200 miliar ya, sudah dianggarkan untuk bebasin lahannya saja,” kata David dalam media visit di Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).
Meski pembebasan lahan ditargetkan selesai hingga 2028, lanjut David, BBWS memastikan tidak akan menunggu seluruh bidang tanah tuntas dibebaskan untuk memulai pekerjaan konstruksi tanggul.
Baca Juga
Tuntaskan Penetapan Lahan, Pemerintah Mulai Normalisasi Kali Ciliwung 2026
Menurut dia, pembangunan tanggul akan berjalan paralel dengan tahapan pembebasan lahan dari Pemprov Jakarta. “Besok (hingga akhir 2025) kan dibebasin 2 km, kami sehari setelahnya langsung bangun. Jadi Januari (2026) kami bangun terus,” ujar David.
BBWS menargetkan seluruh tanggul pengendali banjir di Sungai Ciliwung dapat rampung pada 2029. David berharap infrastruktur tersebut mampu menahan debit air besar pada musim hujan.
“Ketika terjadi hujan tertentu yang menghasilkan debit banjir sampai dengan 50 tahunan, insyaallah, mudah-mudahan tidak lagi terjadi banjir di kanan-kiri Sungai Ciliwung,” tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian PU bersama Pemprov Jakarta melakukan normalisasi Kali Ciliwung, Jakarta untuk memitigasi banjir. Saat ini sudah 91 bidang yang telah dibebaskan lahannya dengan kucuran APBD Jakarta sebesar Rp 232 miliar.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, berbagai upaya pengerukan, rehabilitasi, dan normalisasi sungai tidak akan maksimal tanpa peran pemerintah daerah dan masyarakat. “Apa pun yang kita kerjakan tidak akan maksimal tanpa di-support pemerintah daerah, tanpa di-support oleh masyarakat setempat untuk ikut menjaga hulunya,” katanya dalam Kegiatan Bersih dan Sehat Bersama Sungai di Kali Ciliwung, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga
Wamen PU Pastikan Normalisasi Kali Ciliwung Tetap Berjalan Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung memaparkan progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Adapun yang menjadi tanggung jawab Jakarta, ada dua kelurahan.
"Yang pertama adalah Cililitan. Cililitan ini ada 37 bidang, anggaran yang dianggarkan Rp 111 miliar. Kemudian yang ada di Kelurahan Pengadegan ada 54 bidang, anggaran yang dialokasikan, diestimasikan kurang lebih Rp 121 miliar. Pembebasan lahan sudah dimulai dan mudah-mudahan awal tahun depan bisa bersama-sama,” ungkapnya.
Selain Ciliwung, lanjut Pramono, Pemprov Jakarta juga akan melakukan normalisasi atau pembersihan Kali Krukut sepanjang 1,3 km untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya. “Kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang dan sekitarnya pasti akan banjir terus-menerus dan banjirnya sudah sangat mengganggu,” pungkasnya.

