Kebijakan The Fed Dorong Reli Baru Harga Emas Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia naik 0,57% ke US$ 4.248,8 per ons pada Rabu (10/12/2025) menurut bursa berjangka logam mulia berbasis di New York, atau COMEX. Pada saat yang sama, harga emas spot terkikis 0,37% ke US$ 4.213,33 per ons. Pergerakan positif juga terjadi pada harga perak yang mencapai US$ 52,18 per gram.
Kenaikan emas terjadi setelah pasar merespons pemangkasan suku bunga terbaru oleh Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, penguatan harga terjadi karena ekspektasi pasar atas arah kebijakan moneter. "Level harga yang menembus US$ 4.230 per ons menunjukkan sensitivitas pasar terhadap penurunan suku bunga," kata dia dalam pernyataannya pada Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Melemah Rp 6.000, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
Andry menjelaskan bahwa Federal Reserve memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5%-3,75% dalam pertemuan Desember 2025. Pemangkasan ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan pada September dan Oktober.
Ia menambahkan, meski keputusan tersebut muncul dari pemungutan suara 9-3 dalam Federal Open Market Committee (FOMC), The Fed menegaskan masih ada ketidakpastian waktu pemangkasan berikutnya. Sikap itu membuat pelaku pasar mencermati setiap sinyal kebijakan moneter yang akan datang.
Sementara Kepala Ekonom AS di Bloomberg Economics Anna Wong mengatakan, secara keseluruhan, nada pernyataan dan proyeksi terbaru cenderung dovish. Pernyataan itu menunjukkan bahwa The Fed lebih berhati-hati dalam merespons perkembangan ekonomi dan inflasi yang bergerak moderat.
Sebelum FOMC merilis keputusannya, para trader mengkhawatirkan potensi hawkish cut, yaitu pemangkasan suku bunga yang tetap mempertahankan nada ketat. Kekhawatiran itu memicu volatilitas terutama pada aset komoditas menjelang hasil rapat kebijakan.
Baca Juga
Mengapa Harga Emas Antam (ANTM) Naik Jelang The Fed? Ini Jawabannya
Dalam perkembangan lain, The Fed menyatakan akan mulai membeli treasury bills sebesar US$ 40 miliar per bulan mulai 12 Desember. Langkah tersebut bertujuan membangun kembali cadangan likuiditas dalam sistem keuangan yang menipis selama periode quantitative tightening, yaitu penyusutan neraca bank sentral.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Melek mengatakan penghentian penyusutan neraca di awal bulan memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan harga. “Secara keseluruhan, keputusan suku bunga ini positif bagi emas dalam jangka pendek,” ujar Melek.

