Gedung Sains Baru Uncen Kerja Sama Freeport Jadi "Markas" Talenta Papua yang Siap 'Go Global'
Poin Penting
|
JAYAPURA, Investortrust.id – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyerahkan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih kepada Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Oscar O. Wambrauw di Jayapura, Papua. Penyerahan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi berbasis sains di wilayah timur Indonesia.
Tony Wenas menegaskan komitmen PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua, terutama melalui penguatan akses pendidikan dan riset.
“Kemajuan Papua harus dimulai dari penguatan fasilitas pendidikan dan riset. Gedung ini kami persembahkan untuk mendukung generasi muda Papua dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis sains, teknologi, teknik (engineering), dan matematika atau STEM sehingga mereka memiliki kompetensi global, berkarakter kuat, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Tony Wenas dakam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Freeport Ungkap Targetkan Pemulihan Tambang Grasberg hingga Revisi Turun RKAB 2026
Tony mengatakan bahwa kolaborasi Freeport dan Uncen selama ini telah menghasilkan talenta Papua yang berkontribusi di industri pertambangan. Saat ini terdapat 332 alumnus Uncen yang bekerja di PTFI. Selain itu, Freeport juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Uncen. “Penerima manfaat beasiswa Uncen dari Freeport berjumlah 255 orang, dan saat ini yang masih aktif sejumlah 51 mahasiswa, tentu saja ke depannya dapat kita tingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya juga,” kata Tony.
Rektor Universitas Cenderawasih Oscar O. Wambrauw menyampaikan bahwa gedung baru tersebut akan menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis STEM dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Fasilitas ini membantu memperluas akses pendidikan inklusif bagi generasi muda Papua.
“Semoga dengan adanya gedung Sains dan Kemitraan PT Freeport Indonesia ini, semangat kebersamaan PTFI dan Uncen semakin kuat, dan gedung ini menjadi sarana untuk menciptakan karya-karya terbaik untuk bangsa dan negara khususnya di Papua guna mencapai Papua sehat, Papua cerdas dan Papua produktif,” kata Rektor Uncen.
Fasilitas Modern dan Ramah Lingkungan
Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Uncen dirancang sebagai fasilitas perkuliahan modern yang ramah lingkungan. Bangunan tiga lantai dengan luas 2.800 m² itu berdiri di atas lahan 4.800 m² dan dilengkapi panel surya sebagai sumber energi tambahan. Teknologi ini bukan hanya menghemat konsumsi listrik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa yang mempelajari sistem kelistrikan energi baru terbarukan (EBT).
Gedung tersebut memiliki 18 ruang kuliah berkapasitas 40 orang, masing-masing dilengkapi pendingin udara, proyektor, serta laptop untuk memfasilitasi kuliah daring. Setiap ruang menggunakan nama unsur kimia mineral yang menjadi produk Freeport, yaitu Cuprum (tembaga), Argentum (perak), dan Aurum (emas).
Baca Juga
Freeport Ungkap Targetkan Pemulihan Tambang Grasberg hingga Revisi Turun RKAB 2026
Sebagai pusat aktivitas akademik, gedung ini juga dilengkapi auditorium berkapasitas 170 kursi dan videotron 6 x 3 meter. Interior auditorium menggunakan material tembaga sebagai visualisasi produk PTFI, dipadukan dengan motif alam Papua serta ukiran Cenderawasih dan Kamoro, sehingga menghadirkan nuansa khas yang harmonis.
Di area yang sama, terdapat patung dinding Tanah Papua yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya alam secara terintegrasi untuk kesejahteraan masyarakat. Seluruh fasilitas auditorium telah didukung sistem interaksi daring dua arah serta jaringan internet yang menjangkau seluruh lantai.

