Bidik Wisata Olahraga, Menpar: Indonesia Punya Modal Besar!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan keseriusan memperkuat wisata olahraga sebagai motor ekonomi baru di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata global. Strategi ini didorong lewat peningkatan jumlah event dan penguatan destinasi berbasis olahraga untuk menggaet wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Dalam ekosistem pariwisata terdapat banyak travel theme yang dapat dikembangkan, dan salah satu yang paling menjanjikan adalah sports tourism. Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan segmen ini,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi di forum Indonesian Sports Summit 2025, dikutip Senin (8/12/2025).
Menpar menjelaskan olahraga terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif di berbagai negara. Survei Expedia mencatat 44% wisatawan bersedia ke luar negeri untuk menghadiri event olahraga.
Wisatawan olahraga juga memiliki karakter pengeluaran yang tinggi dengan rata-rata belanja mencapai US$ 1.500 per kunjungan. Data UN Tourism juga menambahkan sektor ini menyumbang 10% dari total belanja wisata global pada 2023.
Baca Juga
“Angka itu diproyeksikan tumbuh pesat hingga 17,5% pada periode 2023-2030. Karena itu Indonesia harus bergerak cepat dan strategis memanfaatkan potensi sports tourism kita,” ujar Menpar.
Menurut dia, Indonesia memiliki beragam fasilitas olahraga ikonis yang tersebar di berbagai daerah. Tantangan utamanya adalah mengemas aset tersebut menjadi atraksi wisata sepanjang tahun dengan pengalaman yang lebih holistik.
Menpar juga mencontohkan keberhasilan Anfield Stadium di Liverpool yang membuka tur museum dan storytelling sejarah klub di luar hari pertandingan. Model ini menghasilkan hampir 400 ribu kunjungan pada 2024 dan menjadi landmark terbaik Inggris versi Tripadvisor.
Upaya serupa mulai dibahas untuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api melalui kerja sama Pemkot Bandung, DPRD Jawa Barat, dan World Bank. Momentum lain datang dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin aktif berolahraga.
Widiyanti optimistis wisata olahraga mampu memperkuat kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional. Tahun ini, pergerakan wisnus diproyeksikan tumbuh 18,89% dan wisman 10,13% dengan kontribusi PDB mencapai 3,96-4%.
“Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sports tourism sebagai mesin ekonomi baru. Mari kita bersama-sama membangun masa depan sports tourism Indonesia,” tutupnya.

