Merger XL–Smartfren Buka Babak Baru bagi Distribusi Telekomunikasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru setelah merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) efektif pada 16 April 2025. Konsolidasi ini menghadirkan kekuatan besar dengan basis pelanggan gabungan lebih dari 94,5 juta, penguasaan spektrum yang lebih luas, serta jaringan yang semakin merata di seluruh Indonesia.
Rampungnya merger ini juga membuka ruang efisiensi biaya yang signifikan, mulai dari optimalisasi BTS dan backbone hingga efisiensi capex dan opex. Dengan sinergi operasional tersebut, margin EBITDA XLSmart diperkirakan dapat terdorong menuju kisaran 38–40% dalam 1–2 tahun ke depan, seiring meningkatnya daya saing dan profitabilitas.
Kini posisi XLSmart yang sebelumnya berada di urutan ketiga, berpeluang mengejar pesaing utama yang telah lebih dulu sukses melalui konsolidasi. Hal ini memberi sinyal positif bagi percepatan pertumbuhan industri telekomunikasi secara keseluruhan.
Bagi PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), penguatan EXCL pasca merger menjadi katalis penting. Sebagai distributor terbesar produk EXCL, mulai dari kartu perdana, paket data, hingga produk telekomunikasi terkait, PMUI secara langsung berada pada jalur utama peningkatan permintaan.
Baca Juga
Ini Opsi Kemenkomdigi Terkait Spektrum Frekuensi Pasca-Merger XL-Smartfren
Dengan kebutuhan pulsa dan kuota data yang bersifat defensif dibutuhkan masyarakat terlepas dari kondisi ekonomi permintaan terhadap produk telekomunikasi diperkirakan tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Pertumbuhan basis pelanggan dan jangkauan jaringan XLSmart akan mendorong volume distribusi yang ditangani PMUI.
“PMUI memiliki fundamental yang solid, ditopang oleh posisi kas hasil IPO yang masih sangat kuat, tercermin dari cash ratio 2,2x, serta ketiadaan beban utang yang dapat menekan arus kas. Dengan kondisi tersebut, ruang ekspansi perusahaan tetap luas untuk mendorong kinerja pada tahun mendatang," kata Equity Analyst Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly dikutip Selasa (2/12/2025).
Sejalan dengan pandangan tersebut, manajemen PMUI juga melihat momentum industri yang semakin kuat. “Merger XL–Smartfren membawa momentum penting bagi industri telekomunikasi dan secara langsung memperluas peluang pertumbuhan PMUI sebagai distributor terbesar EXCL,” ujar Agus Susanto, Direktur Utama PMUI.
Baca Juga
Menkomdigi Restui Merger XL-Smartfren, tapi Harus Penuhi Sejumlah Syarat Ini
Hingga kuartal III 2025, PMUI mencatat pertumbuhan laba bersih di 25,98% secara tahunan, diikuti perbaikan marjin dan struktur keuangan yang semakin sehat. Momentum ini tidak hanya memperkuat posisi PMUI dalam menangkap peluang dari konsolidasi industri telekomunikasi, tetapi juga memberikan fondasi yang lebih kuat bagi perusahaan untuk mengakselerasi ekspansi ke sektor lain yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Sejalan dengan penguatan tersebut, PMUI terus memperluas portofolionya ke sektor fast-moving consumer goods (FMCG) melalui entitas anak PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Langkah ini menegaskan strategi diversifikasi PMUI untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan.
GRPM berfokus pada distribusi berbagai produk FMCG, termasuk minuman berkarbonasi dari grup Coca-Cola, produk perawatan wanita Softex, serta popok bayi dan dewasa merek Makuku. Ke depan, GRPM dan PMUI direncanakan akan menempati gedung kantor yang sama untuk mendorong efisiensi, integrasi operasional, serta memaksimalkan kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem grup.

