EV China dan Vietnam Rajai ASEAN, Jepang Kehilangan 11% Pangsa Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pangsa pasar industri otomotif Asia Tenggara, terutama pada segmen kendaraan listrik (EV) mengalami perubahaan. Produsen asal China dan Vietnam berhasil menggerus dominasi Jepang di ASEAN.
PwC Partner Deals Automotive & ASEAN Automotive Leader Patrick Ziechman menyampaikan bahwa dominasi Jepang semakin tergerus dan kini diambil alih merek China dan Vietnam.
“Merek seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, maupun Isuzu, semuanya kehilangan pangsa pasar. Di sisi lain, pemain baru mencatat pertumbuhan agresif. Hanya VinFast (Vietnam), BYD, dan sejumlah merek China lain yang terus tumbuh,” jelasnya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga
Pasar Otomotif Asean Lesu, Indonesia Alami Penurunan Terdalam
Ia menyebut perubahan ini sangat signifikan. Berdasarkan data PwC, merek Jepang sudah kehilangan 7% pangsa pasar dalam setahun terakhir, dan 11% dalam dua tahun, yang diambil oleh merek China.
Dominasi paling mencolok berada di segmen EV yang didominasi oleh merek-merek China, ditambah VinFast. “Merek China sudah menguasai lebih dari 40% pangsa pasar EV. VinFast 27%, dan Jepang hanya sekitar 20%,” kata Patrick.
BYD, Chery, Wuling, MG, hingga Denza terus memperluas lini EV di kawasan. Ia juga menekankan bahwa, jika Vietnam dikeluarkan dari perhitungan, maka BYD menjadi pemain EV terbesar di ASEAN.
Menurutnya, pergeseran ini memberi tekanan besar bagi produsen Jepang untuk mempercepat strategi elektrifikasi mereka. Sementara itu, Indonesia menjadi pasar incaran utama produsen China yang semakin agresif membawa model baru dan menambah investasi lokal.

