Pemerintah Buka Peluang Freeport Operasikan Kembali Tambang yang Tak Terdampak Longsor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menutup kemungkinan untuk memberikan izin kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan kembali tambang di Grasberg, Papua Tengah, yang tak terdampak insiden luncuran material basah.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan, saat ini timnya sedang melakukan evaluasi terkait insiden longsor yang terjadi pada tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Diberikan atau tidaknya izin operasi kembali tambang tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi.
Baca Juga
Komitmen Hilirisasi, Freeport Pastikan 100% Konsentrat Tembaga Kini Diolah di Dalam Negeri
“Jadi kalau sepanjang itu berdasarkan evaluasi yang kita lakukan aman untuk dilakukan kegiatan, ya kita juga akan tetap mengizinkan. Karena itu kan yang terdampak dengan yang tidak terdampak harus dipisahkan,” kata Yuliot saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Diketahui, produksi tambang bawah tanah GBC masih terhenti akibat longsor pada 8 September 2025. Selain itu, terdapat dua tambang bawah tanah lainnya, yakni Deep Mill Level Zone dan Big Gossan, yang juga tidak berproduksi seusai insiden meskipun kedua tambang itu tidak terdampak longsor.
Yuliot menerangkan, hingga saat ini evaluasi insiden tersebut masih dilakukan. Pemerintah juga akan meninjau apakah ada kelalaian pada insiden tersebut. “Jadi itu lagi dikonsolidasikan oleh Dirjen Minerba sama Dirjen Gakkum. Apakah itu ada permasalahan hukum juga di situ? Apakah itu ada kelalaian? Ini lagi dilakukan evaluasi oleh Dirjen Gakum,” ucapnya.
Sebelum ini, Manteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, insiden longsor tersebut dan dihentikannya tambang di GBC berdampak pada berkurangnya pasokan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Baca Juga
Freeport Siapkan Investasi di 2026 untuk Keberlanjutan Tambang dan Hilirisasi
“Menyangkut dengan B2B Antam, itu sedang dibicarakan. Memang sekarang ini adalah refinery emas kita itu kan di Freeport. Kalau 3 juta konsentrat (tembaga) yang diolah oleh smelter, itu menghasilkan 50 sampai 60 ton emas,” ujar Bahlil.

